Magetan

Butuh Payung Hukum untuk KLA Naik Kelas

MAGETAN – Pemkab Magetan impikan capaian kabupaten layak anak (KLA) naik kelas kategori pratama. Untuk mewujudkannya, payung hukum pun disiapkan. Dinas pengendalian penduduk keluarga berencana dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPKB-PPPA) setempat bakal mengajukan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang KLA ke DPRD tahun ini.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKB-PPPA Kabupaten Magetan Endang Setyowati mengatakan, raperda itu bakal jadi dasar hukum dalam pengembangan KLA ke depan. Juga termasuk pendanaan untuk implementasi pencapaian indikator KLA. Sehingga, anggaran dan arah kebijakan semakin jelas. ‘’Dalam raperda itu juga ada salah satu indikator KLA yang akan dicapai,’’ katanya kemarin (21/2).

Substansi raperda itu, menurut Endang, mencakup seluruh indikator KLA. Serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang harus brtanggung jawab pada masing-masing klaster. Sebab, untuk mewujudkan KLA bukan tugas DPPKB-PPPA semata. Melainkan melibatkan banyak OPD sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. ‘’Butuh kerja sama banyak pihak,’’ ujarnya.

Endang menambahkan, perda tersebut sangat efektif dalam mengembangkan KLA. Sebab, masing-masing OPD yang terlibat akan mengalokasikan anggaran sebagai salah satu wujud tanggung jawab terhadap klasternya. Semisal, dinas pendidikan pemuda dan olahraga (disdikpora) bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak. Dinas kesehatan (dinkes) berwenang dalam kesehatan anak. ‘’Kalau ada payung hukumnya akan mudah,’’ tuturnya.

Endang menyebut semua OPD sangat berkomitmen mendukung pengembangan KLA. Sehingga, dia optimistis KLA bakal naik kelas. Tahun lalu, Pemkab Magetan diganjar penghargaan KLA kategori pratama. Jika tahun ini raperda itu disahkan jadi perda, tak sulit mendongkrak skor dan naik kelas ke madya. ‘’Semoga cepat disahkan dan masing-masing OPD pemangku klaster sungguh-sungguh berkomitmen,’’ ucapnya.

Sejatinya, nilai KLA Magetan tahun lalu mencapai 774,1. Sehingga seharusnya sudah kategori madya. Sayangnya, tim penilai dari pusat tidak berkunjung langsung ke Magetan untuk mengecek kondisi lapangan. Melainkan hanya melihat data yang dikirim online. Sehingga, pemkab tidak bisa meyakinkan tim penilai tentang kondisi yang sesungguhnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close