Bus Tabrak Truk di Tol Sragen-Ngawi, Lima Orang Terluka

126

NGAWI – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) perdana terjadi di tol Sragen-Ngawi. Bus Laura Maharani nopol AE 7172 UP berpenumpang rombongan pegawai BPBD Blitar menabrak truk pengangkut besi bekas, Jumat (30/11) sekitar pukul 03.00. Akibat peristiwa itu, lima orang mengalami luka-luka. ’’Saya mengantuk,’’ kata Firdasono, sopir bus, kepada Radar Ngawi.

Dia mengatakan, bus yang disopirinya itu tujuan Jogjakarta. Total penumpang sebanyak 40 orang. Saat berada di tol Sragen-Ngawi yang baru diresmikan Presiden Jokowi dua hari lalu, dia sudah merasakan kantuk hebat. Namun, lantaran waktu mepet, dia tidak berhenti di rest area. ’’Terburu-buru, tidak berhenti di rest area,’’ ujar pria 44 tahun warga Desa/Kecamatan Kedungawaru, Tulungagung, tersebut.

Saat bus melaju dalam kecepatan tinggi, mendadak terjadi benturan keras. Ternyata bus menabrak truk nopol S 9358 UQ yang disopiri M. Saiful Hurin, 42, warga Desa Boleh, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

‘’Dua kendaraan yang terlibat laka lantas itu sama-sama berjalan dari arah timur,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo.

Dia menambahkan, petugas sudah melakukan olah TKP. Dugaan penyebab kecelakaan adalah faktor human error. Yakni, sopir bus yang dilanda kantuk. Dua kendaraan yang terlibat laka lantas tersebut semula berjalan normal dari arah timur. Bus dengan 40 penumpang rombongan dari BPBD Blitar melaju di belakang truk bermuatan besi bekas dengan tujuan Solo itu.

Pecah kecelakaan terjadi ketika bus hendak mendahului truk. Kepala bus bagian kiri menumbur bak truk sisi belakang-kanan. Saking kerasnya hantaman, kaca depan bus pecah seketika. Sementara muatan truk ambyar berserakan di lokasi kejadian. ’’Kecelakaan murni karena sopir bus ngantuk. Tidak ada masalah dengan badan jalan tol di TKP,’’ ujar Cipto.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Lima penumpang bus mengalami luka-luka. Empat korban merupakan rombongan BPBD Blitar, sementara korban yang satunya lagi adalah kernet bus sendiri. Cipto mengatakan bahwa empat penumpang bus mengalami luka-luka ringan dan mendapat perawatan medis di RS At-Tin Husada Ngawi. Sementara si kernet dipastikan lebih lama menginap di rumah sakit lantaran patah kaki. ’’Setelah dievakuasi, korban segera dilarikan ke rumah sakit,’’ pungkas Cipto. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here