Bus Sekolah Banjir Peminat, Sayang Armada Terbatas

131

MADIUN – Pengoperasian bus sekolah di Kota Madiun mulai dijalankan kemarin (1/2). Peresmian beroperasinya angkutan sekolah gratis itu ditandai dengan pelayanan penjemputan kepada siswa. Ada tiga trayek yang dioperasikan dari rencana lima trayek. Meliputi Terminal Purboyo–Te’an, Te’an–Terminal Purboyo, dan Ring Road Puspowarno–Terminal Manisrejo.

Pada hari pertama beroperasi, terpantau antusiasme pelajar terhadap keberadaan bus sekolah tinggi. Bahkan, setiap armada yang seharusnya hanya diisi sekitar 30 penumpang harus mengangkut 20 persen lebih banyak dari kapasitas normal. ’’Banyak yang ingin naik tapi kapasitasnya terbatas,’’ kata Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Eko Setiawan.

Karena itu, saat ini dishub sedang menyiapkan tambahan angkutan sekolah gratis berupa MPU. Total ada 20 unit tambahan MPU yang sedianya akan dioperasikan mulai bulan depan. Tambahan puluhan MPU itu selanjutnya melayani dua trayek yang saat ini belum ter-cover. ’’Respons siswa bagus. Penumpangnya penuh, baik ketika berangkat maupun pulang,’’ ujar Eko.

Karena ketersediaan angkutan sekolah masih terbatas, siswa yang sudah terdaftar sebagai calon penumpang sempat keleleran. Mereka bahkan harus menunggu sekitar 30 menit bus selanjutnya. Kondisi itu yang nantinya bakal menjadi bahan evaluasi oleh dishub ke depannya. ’’Yang jelas, akan kami evaluasi terus,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rosidi tak menampik bahwa operasional bus sekolah terbatas. Karena itu, pengoperasiannya diutamakan bagi siswa yang sudah mempunyai kartu peserta. Total ada 782 siswa yang sebelumnya sudah mendaftar memanfaatkan moda transportasi alternatif tersebut. Tapi, dishub baru bisa meng-cover sekitar 330 siswa. ’’Mereka terdaftar secara by name by address, dan gratis,’’ sebutnya.

Meski masih beroperasi terbatas, tidak berarti bus sekolah belum memiliki kelayakan untuk beroperasi penuh. Berbagai uji sarana, prasarana, simulasi evakuasi keadaan darurat, persyaratan izin operasi, serta standar operasional sudah dilakukan. Bahkan, uji kelaikan lima orang driver juga telah dilakukan. Ansar menambahkan, bus sekolah berkapasitas maksimal sekitar 45 siswa. Terdiri 30 seat dan 15 penumpang berdiri. ’’Faktor keselamatan siswa menjadi skala prioritas,’’ tekannya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here