Bus Restu Terguling di Saradan, Jalan Tersumbat Tiga Jam

322

MADIUN – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) bus Restu yang terjadi Sabtu malam (19/1) merugikan banyak pihak. Tergulingnya bus nopol N 7762 UG yang dikemudikan Sutrisno, 51, asal Desa Mancar, Peterongan, Jombang, itu mengakibatkan empat penumpang terluka. Juga, membuat Jalan Raya Saradan-Madiun lumpuh tiga setengah jam sejak pukul 22.30.

Bodi bus yang terguling itu menyumbat kendaraan baik yang melaju dari arah Madiun atau Nganjuk. Informasi yang dihimpun, bus jurusan Surabaya–Ponorogo itu melaju dengan kecepatan kencang dari arah timur menuju Madiun. Jalan yang awalnya lurus berubah turunan menjelang tempat kejadian perkara (TKP) Km 141–142 masuk Desa Sidorejo, Saradan. Alih-alih melambatkan kendaraan, Sutrisno justru semakin mempercepat laju kendaraan. Roda bus yang mengantarkan 30 penumpang itu mendadak selip. Kendaraan oleng dan terguling ke kiri dengan posisi kemudi sopir di bagian atas. ‘’Bodi bus melintang, menutup penuh akses jalan,’’ kata Paidi, warga setempat.

Malam itu Paidi yang sedang beristirahat di kamar rumahnya mendengar suara rem kendaraan sangat kencang. Disusul dentuman yang tidak kalah kencang. Karena penasaran, dia mendatangi sumber suara. Dilihatnya bus bergambar panda itu melintang di tengah jalan. Terdengar suara rintihan minta tolong penumpang di dalam bus. Dia bersama warga lain mengambil dua buah tangga untuk mencapai bagian atas bodi bus. Korban dievakuasi lewat kaca jendela samping dan belakang yang sudah dipecah. ‘’Semuanya histeris,’’ ungkapnya.

Kanitlantas Polsek Saradan Iptu Ramidjan menyatakan laka lantas dipengaruhi kondisi aspal yang licin karena basah. Roda ban menjadi selip kala sopir menginjak pedal rem mengetahui jalan menurun. Apalagi, saat itu bus melaju dengan kecepatan kencang. Kendati demikian, dia belum bisa memastikan laik jalan tidaknya sejumlah peranti bus. Misalnya, rem bermasalah atau permukaan ban sudah menipis. ‘’Pengakuannya, sopir tidak mengantuk atau mabuk,’’ katanya kepada Radar Mejayan.

Proses evakuasi memakan waktu hingga tiga jam. Dua mobil derek didatangkan untuk menarik bangkai bus. Kondisi aspal jalan yang licin dan minim penerangan menjadi kendala dalam proses evakuasi. Kemacetan panjang pun tidak terelakkan. ‘’Sepanjang lima kilometer baik dari arah timur maupun barat,’’ tuturnya.

Empat penumpang luka ringan dilarikan ke puskesmas terdekat. Mereka adalah Katamah, 47, asal Desa Talang, Sendang, Tulungagung; Sutoyo, 55, asal Kelurahan Pandean, Taman, Kota Madiun; Desy Ayu Pratiwi, 24, asal Desa Kaibon, Geger, Kabupaten Madiun; dan Warsono, 49, asal Desa Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun. ‘’Semuanya hanya luka babras,’’ ujarnya sembari menyebut penumpang selamat dioper bus lain. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here