Ponorogo

Bus Kanibalan Jangan Dipaksa Angkut Penumpang

PONOROGO – Kejar setoran kerap membuat perusahaan otobus (PO) mengabaikan kelaikan armada. Jelang lebaran, selalu ditemukan armada tidak lain jalan setiap pekan. Paling sering, ditemukan penggunaan ban vulkanisir. Padahal, kualitas ban oprekan seperti itu jauh dari kelayakan. Sangat mudah terkelupas jika terlalu lama mengaspal di jalan. Meski tampilannya menyerupai baru. ‘’Selalu ditemukan minimal satu armada yang terpaksa dikeluarkan karena tidak memenuhi persyaratan laik jalan,’’ ungkap Korsatpel Terminal Seloaji Hari Sudarsono.

Umumnya, lanjut Hari, bus tersebut adalah ‘’korban kanibal’’ dari bus lain milik suatu armada. Berbagai onderdilnya dipergunakan untuk bus-bus lain yang lebih bagus. Tapi karena permintaan penumpang meningkat, bus yang sarprasnya seadanya itu pun nekat dioperasikan. ‘’Kalau sampai bandel ditemukan lagi dan lagi, kami perintahkan untuk dikandangkan, tidak boleh beroperasi di terminal. Kalau sudah tidak boleh, mau cari penumpang dimana, tentu tidak bisa,’’ ujarnya.

Kesadaran menggunakan ban orisinil perlu ditanamkan ke setiap PO. Agar, puluhan penumpang yang diangkut sepanjang mudik lebaran merasa aman. Kontur jalan nasional yang bergelombang maupun jalan tol yang mudah panas tergesek ban patut dijadikan pertimbangan. ‘’Minimal, ban depan jangan kanisiran (ban vulkanisir). Kalau tidak orisinil, bisa fatal akibatnya,’’ tegasnya.

Pekan ini, jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang di Terminal Seloaji tinggi. Setiap harinya, terminal melayani 130 bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan sekitar 60 bus antar kota antar provinsi (AKAP). ‘’Setiap armada kami cek setiap hari. Semakin dekat lebaran, pengecekan semakin kami intensifkan,’’ pungkasnya. (naz/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close