Madiun

Populasi Burung Hantu-Ular Berkurang, Hama Tikus Merajalela di Tiga Kecamatan

MADIUN – Meledaknya hama tikus di kawasan Balerejo, Saradan, dan Pilangkeceng jadi perhatian serius. Belum lagi, beberapa hari lalu, sempat ada korban. Jebakan tikus beraliran listrik yang digunakan untuk membasmi hama justru membuat pemilik sawah tewas kesetrum. Meski begitu, masih banyak yang terpasang. ’’Kembali ke individunya masing-masing,’’ ujar Suparma, mantri tani Kecamatan Balerejo.

Parma menyebut kalau petugas kepolisian sudah mengeluarkan imbauan. Yakni, agar petani tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik. Sebab membahayakan dan banyak yang jadi korban. Itu terjadi tak hanya di Kabupaten Madiun. ’’Saya sudah tegur, tapi alasannya tidak berbahaya, karena menggunakan genset,’’ katanya.

Dulunya, petani memang menyambung ke listrik PLN. Dan tentu, tegangannya lebih tinggi. sehingga, risikonya juga sepadan. Namun, setelah kejadian meninggalnya petani karena kesetrum di Desa Sogo, Balerejo, Madiun pada akhir tahun lalu mulai berpikir ulang. Pun, imbuan juga sudah diberikan pihak kepolisian. Sayangnya, mereka lebih memilih cara instan. Sehingga, kembali menggunakan jebakan tikus beraliran listrik. ’’Dan sekarang pakai genset karena diklaim lebih aman,’’ ungkap Parma.

Namun, pada kenyataannya tetap menimbulkan korban. Dia sudah hampir tiap hari berkoar-koar soal larangan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik. Bahkan, sudah memberikan bantuan berupa mercon tikus. Selain itu, juga ada umpan-umpan untuk mengendalikan populasi tikus. Bahkan, itu sudah diberikan secara gratis kepada petani. ’’Sayangnya, mereka menilai kalau itu tidak efektif,’’ jelasnya.

Mereka justru menilai jebakan tikus beraliran listrik lebih menghemat tenaga dan biaya. Karena hanya bermodalkan genset kecil. Pun, hanya menunggu semalam, para petani sudah bisa membasmi sebanyak 10 hingga 20 ekor tikus. Sayangnya, terkadang tidak dibarengi dengan kecermatan. Sehingga rawan menimbulkan korban jiwa. Pun, memang menganjurkan para petani untuk menggunakan cara lain selain memasang jebakan beraliran listrik. ’’Ya pakai mercon itu tadi. Per lubang bisa diberi masing-masing satu,’’ ungkapnya.

Pun, dia tak memungkiri kalau membeludaknya populasi tikus juga dipengaruhi oleh berkurangnya kebiasaan masyarakat untuk membuatkan sarang untuk burung hantu. Padahal, sempat beberapa tahun lalu masyarakat setempat menggunakan burung hantu untuk membantu pengendalian hama. Bahkan, sudah ada juga larangan untuk berburu ular sawah. Namun, rupanya cara itu akhirnya dtinggalkan oleh para petani. ‘’Padahal itu cara yang paling aman. Karena menggunakan cara yang alami,’’ pungkasnya. (fat/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close