Bupati Tetapkan Status Siaga Bencana Longsor

155

MAGETAN – Langkah reboisasi Gunung Lawu jangan ditunda-tunda. Sebab, longsor sudah terjadi di mana-mana. Pasca kebakaran 140 hektare hutan Lawu, praktis resapan air berkurang. Pada Minggu (9/12), giliran bukit di kawasan Sarangan yang mulai longsor. ’’Di sisi barat, di atas talut,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra.

Pihak BPBD terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengantisipasi longsor susulan. Kawasan Sarangan masuk dalam pengawasan. Sebab, masuk titik rawan longsor. Total di Magetan ada 16 wilayah yang rawan bencana longsor dan banjir. Tingkat kerawanan bencana paling menonjol untuk tanah longsor ada di Poncol. Disusul Sidorejo, Panekan, Parang, Ngariboyo, dan Plaosan. ’’Saat momen liburan Natal dan tahun baru akan kami kirim tim untuk standby di kawasan Telaga Sarangan,’’ jelasnya.

Menurut data yang diperoleh Badan Meteorologi Mitigasi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Surabaya, wilayah Magetan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan sampai lebat. Angin kencang juga diprediksi terjadi sampai Januari mendatang. Mengantisipasi itu, BPBD akan terus memberikan imbauan agar warga waspada. ’’Khusus di Sarangan akan dipasang rambu-rambu peringatan rawan longsor,’’ ujarnya.

Kesigapan Tim BPBD untuk menghadapi musim hujan mendapatkan respons penuh dari Pemkab Magetan. Sesuai SK Bupati Nomor 188/244/KIept/403.013/2018 yang dikeluarkan 7 Desember lalu tentang status siaga darurat bencana banjir dan longsor. Juga angin kencang di wilayah Magetan. Semua itu mempertimbangkan iklim pada akhir November kemarin hingga Januari mendatang. Wilayah Jawa Timur khususnya Magetan masuk dalam kategori ring I. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here