Bupati Sebut Belum Saatnya KLB meski Suspect DBD Sudah Ratusan

73

NGAWI – Meski sudah terdapat ratusan suspect dan beberapa di antaranya meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD), sejauh ini pemkab belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Alasannya, jumlah penderita DBD sudah mulai menurun.

Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono mengakui, sudah ratusan warga yang terserang DBD dan berujung kematian sejumlah penderita. Namun, langkah penanganan oleh dinas kesehatan (dinkes) dinilai telah on the track. ‘’Saya kira belum waktunya (status KLB, Red) karena sudah tertangani dengan baik,’’ klaimnya.

Sejak muncul wabah DBD beberapa bulan lalu, Kanang langsung memerintahkan dinas terkait untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara masif. Pun, enam tim disiapkan untuk melakukan pengasapan. ‘’Setiap ada warga yang terjangkit, lingkungannya harus segera di-fogging. Kalau tidak, nyamuknya berkembang ke mana-mana,’’ ujarnya.

Data dinkes setempat, hingga pekan lalu tercatat 197 suspect DBD di Ngawi. Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal. ‘’Tahun lalu empat orang (meninggal, Red). Kami ada datanya, kok,’’ tutur Plt Kepala Dinkes Ngawi dr Yudhono.

Dia menerangkan, dari total 197 suspect itu tidak semuanya positif DBD. Menurutnya, dinyatakan terserang DBD jika kadar trombosit dalam darah pasien sudah di bawah 100.000 per mililiter kubik. ‘’Tapi, saat ini yang angkanya di atas seratus juga kami masukkan dalam data,’’ imbuhnya.

Pihaknya telah melakukan upaya untuk menyukseskan gerakan PSN. Yakni, melakukan fogging besar-besaran di wilayah yang terdeteksi ada penderita DBD serta pembasmian jentik nyamuk melalui penyebaran obat abate.

Meski intensitas hujan belakangan berkurang, dia mengimbau warga tetap waspada dan ikut melibatkan diri dalam gerakan PSN. ‘’Masyarakat harus ikut aktif memberantasnya supaya wabah DBD bisa diatasi,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here