Magetan

Bupati Patok Target Magetan Punya Perguruan Tinggi

MAGETAN – Bupati Magetan Suprawoto semakin berada di atas angin. Keinginannya memerdekakan Politeknik Kesehatan cabang Surabaya juga disambut hangat kalangan dewan. Harapan memiliki perguruan tinggi (PT) baru di Magetan, rupanya sejalan dengan mimpi para legislator. ’’Kami jelas sangat mendukung kalau sampai bisa memiliki PT baru,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magetan Suratman.

Jika bisa berdiri sendiri, PT baru tersebut tidak hanya terfokus untuk mencetak tenaga bidan sesuai prodi Kebidanan yang kini eksis. Juga, prodi Kesehatan Lingkungan. Melainkan bisa lebih beragam. Mengingat salah satu syarat agar bisa merdeka yakni memiliki tiga prodi. Usulan untuk menambah prodi Care Giver dianggap sebagai pilihan tepat. Prodi itu masih terbilang langka. Sedangkan peluang dunia kerjanya terbuka lebar. ’’Kalau kebidanan, di mana-mana banyak,’’ ujar politikus Partai Golkar tersebut.

Tak hanya maju dalam hal pendidikan, keberadaan PT nanti bisa memajukan sektor lainnya. Iklim investasi akan semakin menggeliat. Sudah sepaket, jika di suatu daerah terdapat PT ternama yang menjadi jujukan warga luar daerah, maka bisnis hunian akan sangat diminati. Warga sekitar lokasi PT bisa mendirikan rumah kos. Perekonomian masyarakat akan meningkat. ’’Keuntungan seperti ini harus ditangkap,’’ tuturnya.

Nama Magetan pun akan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Meski keberadaan kabupaten ini terbilang berada di dalam, akan tetap dicari. Semua hal yang berbau Magetan akan menarik minat warga luar daerah pula. Dengan kata lain, pendidikan yang maju bisa membuat daerah menjadi maju pula. Seperti kota-kota lain yang memiliki banyak PT dan menjadi rujukan warga luar daerah, bahkan pulau, untuk menimba ilmu. ’’Semua bidang yang bisa mengangkat nama Magetan harus diseriusi pengembangannya,’’ tekannya.

Namun, pemkab juga tak boleh asal mengembangkan prodi Kebidanan yang kini eksis tersebut. Semua aturan dalam mengembangkan prodi tersebut menjadi PT, harus diperhatikan. Mengingat pemkab hanya dibatasi pengelolaan bidang pendidikan hingga jenjang SD dan SMP. Untuk jenjang SMA SMK/sederajat sudah menjadi kewenangan Pemprov Jatim. Nah, pengelolaan PT jangan sampai membuat pemkab nantinya terjebak dalam masalah. ’’Kami mendukung kalau dijadikan PT negeri yang mandiri, bukan di bawah pemkab,’’ jelasnya.

Komitmen Bupati Magetan Suprawoto yang ingin menyediakan fasilitas bagi pengembangan PT itu juga bakal dipegang oleh Suratman. Seperti penyediaan fasilitas. Di mana salah satu aset Pemkab Magetan bakal diberikan untuk pengembangannya. Status aset tersebut harus jelas nantinya jika sudah diberikan. Sehingga, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Itu lantaran selama ini pengelolaan aset Pemkab Magetan kerap menjadi catatan merah dalam penilaian BPK. ’’Dalam melangkah, semuanya harus klir. Dikaji dulu matang-matang, baru dilaksanakan,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close