Bupati Minta Disnaker Evaluasi Gelaran Job Fair Magetan

23
PENUH SESAK: Suasana job fair hari pertama di GOR Ki Mageti yang diselenggarakan oleh Disnaker Magetan Selasa (25/6).

MAGETAN – Pelaksanaan job fair hari pertama Selasa (25/6) langsung mendapat perhatian Bupati Magetan, Suprawoto. Dia meminta agar disnaker mengevaluasi event bursa kerja tersebut. Seperti dilakukannya pemetaan jenis pekerjaan dan tenaga kerja. ‘’Masyarakat Magetan pendidikannya apa, yang dibutuhkan apa, jadi bisa dilakukan pelatihan,’’ terang Suprawoto.

Dia mengungkapkan pentingnya membekali pencaker tersebut dengan keterampilan. Sekalipun belum punya balai latihan kerja (BLK). Pemkab bisa bekerjasama dengan SMK yang sudah memiliki lembaga sertifikasi profesi (LSP). ‘’Lebih murah. Nggak usah dirikan balai kerja (BLK, red),’’ ungkapnya.

Disnaker, lanjut Suprawoto, dituntut mampu membaca peluang lapangan kerja. Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan role model tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan lokal. ‘’Harus tahu sebelumnya. Situasi yang akan terjadi harus bisa dibaca,’’ terang bupati yang akrab disapa Kang Woto itu.

Berdasar data disnaker setempat ada sekitar 14 ribu warga Magetan yang membutuhkan pekerjaan. Sementara, job fair yang digelar itu merupakan bagian dari upaya pemkab untuk mengatasi persoalan pengangguran. ‘’Nah, keunggulannya bisa dicontoh, kelemahannya jangan diulang. Harus dicatat detail,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, Kang Woto berharap job fair bisa digelar rutin tiap tahun. Apalagi antusiasme warga mengikuti kegiatan ini begitu besar. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here