Bupati Kanang: Genjot Habis Sektor Pariwisata

84

NGAWI – Niat pemkab menggenjot investasi sektor pariwisata tahun ini sudah bulat. Meski begitu, eksekutif berjanji bakal menampung masukan dewan yang meminta untuk memaksimalkan potensi di bidang agrobisnis. ‘’Agrobisnis juga pasti akan kami kembangkan terus,’’ kata Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono kemarin (7/1).

Menurut Kanang, sektor pariwisata di Bumi Orek-Orek memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Salah satu buktinya adalah objek wisata alam Srambang Park yang mampu menyedot nilai investasi hingga Rp 4 miliar lebih. Pun, sudah terasa dampaknya terhadap perekonomian warga sekitar. ‘’Pariwisata akan digenjot habis karena akan jadi satu wilayah ekonomi yang memang harus dibangun,’’ ujarnya.

Selain Srambang Park, lanjut Kanang, sejumlah wilayah sangat layak untuk dikembangkan. Pihaknya tak mempersoalkan apakah kelak dalam pengembangannya melibatkan swasta atau murni dikelola pemkab. ‘’Harapannya agar ekonomi di wilayah setempat ikut berkembang,’’ ucapnya.

Soal agrobisnis, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pun, berupaya menarik investor untuk mengangkat potensi pertanian di kawasan hutan agar lebih berkembang lagi. ‘’Kami ingin masyarakat di wilayah hutan nanti tidak hanya bertani, tapi kalau bisa juga memiliki industri pengolahan hasil pertaniannya itu,’’ paparnya.

Ditanya target investasi, Kanang menyebut pihaknya telah menggandeng PT Mitra Pengembang Kawasan untuk membangun wilayah industri di Ngawi. ‘’Sekarang masih dalam kajian. Targetnya tahun ini selesai dan bisa diketahui mana saja wilayah yang layak dikembangkan,’’ ungkapnya.

Dia optimistis semakin banyak investor yang berekspansi ke Ngawi. Itu mengingat harga tanah di Bumi Orek-Orek maupun upah minimum kabupaten (UMK) setempat masih terjangkau. Selain itu, situasi politiknya kondusif. Juga jarak dengan pelabuhan semakin dekat setelah ada ruas tol trans-Jawa. ‘’Mudah-mudahan masterplannya segera jadi supaya kami cepat menyesuaikan untuk RTRW (rencana tata ruang wilayah, Red)-nya,’’ harap Kanang.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Yuwono Kartiko menyebut sektor agrobisnis lebih prospektif dijual kepada investor. Menurut dia, investasi bidang pariwisata kurang menarik bagi calon investor. Dia lantas tunjuk bukti realisasi investasi sektor tersebut pada 2018 lalu hanya di angka Rp 4,3 miliar. ‘’Jangan sampai energi kita habis di situ (sektor pariwisata, Red),’’ katanya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here