Bupati Janji Adopsi KCC di Magetan

72

MAGETAN – Event Karismatik Cycling Community (KCC) ikut memberi inspirasi Bupati Magetan Suprawoto. Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto- menginginkan event dengan konsep yang sama bisa digelar. Namun, rute dan lokasi finis harus berbeda. ’’Ada banyak lokasi, bisa di Genilangit misalnya,’’ ujar bupati kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Kenapa tidak di Sarangan? Kang Woto ingin event bersepeda juga bisa mengangkat potensi wisata yang sedang berkembang. Kedatangan cyclist dari berbagai daerah di Indonesia diyakini bisa memberikan dampak positif. Magetan semakin dikenal. Perekonomian juga menggeliat. ’’Saya ingin sekali menggelar, bisa akhir tahun ini. Atau paling lambat awal tahun depan,’’ ujarnya.

Keunggulan alam Magetan itu harus dimanfaatkan. Harus menjadi daya tarik untuk membuat warga luar daerah berkunjung. Pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskannya adalah membuat Magetan yang berada di dalam tersebut tetap menjadi jujukan. Seperti ayam panggang Bu Setu di Gandu. Lokasi rumah makan tersebut jauh dari jalan raya, namun tetap saja dicari warga. ’’Magetan harus seperti itu, punya daya tarik,’’ katanya.

Kang Woto menambahkan, untuk mengenalkan suatu daerah memang harus memperbanyak event. Kedatangan warga luar daerah yang terlibat itu pasti akan bertanya tentang kota yang didatangi. Mulai dari tempat wisata, makanan khas hingga kerajinan yang bisa dijadikan cindera mata. Kabupaten Magetan memiliki semua faktor tersebut yang menjadi pembeda dengan daerah lain. ’’Apalagi kalau mereka merasa nyaman, pasti akan kembali lagi,’’ terangnya.

Gowes dewasa ini memang tengah digandrungi. Semua kalangan. Mulai dari yang muda hingga tua. Tak hanya sekadar bersepeda sebagai olahraga, mereka mencari rute-rute yang menantang. Semakin sulit track, semakin membuat para pesepeda tersebut penasaran. ’’Apa yang sekarang sedang tren, harus dimanfaatkan. Ini kesempatan,” terangnya.

Namun, untuk merealisasikan angan-angannya itu, Kang Woto masih membutuhkan waktu. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Agar event yang digelar benar-benar maksimal. Bukan karena mengikuti perkembangan zaman, namun tidak membuahkan hasil. ’’Event seperti ini butuh persiapan yang tidak sebentar,’’ pungkansya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here