AdvertorialPendidikanPonorogo

Bupati Ipong Raih Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI

Penghargaan Tertinggi dari Persatuan Guru Republik Indonesia

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kepedulian yang tinggi dari Bupati Ipong Muchlissoni terhadap peningkatan mutu pendidikan di Bumi Reyog diganjar penghargaan tertinggi. Sabtu (30/11), Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menganugerahi Ipong penghargaan Dwija Praja Nugraha. Sebuah penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah yang punya dedikasi dan komitmen teguh dalam memajukan kualitas pendidikan dan mengupayakan peningkatan kesejahteraan para guru.

DEMI PENDIDIKAN: Mendikbud Nadiem Makarim menyematkan lencana Dwija Praja Nugraha kepada Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu (30/11).

‘’Ini semua merupakan buah kerja bersama antarseluruh komponen masyarakat, stakeholder, dan segenap insan pendidikan di Ponorogo,’’ kata Ipong.

Lencana Dwija Praja Nugraha disematkan langsung oleh Mendikbud Nadiem Makarim kepada Ipong di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Bekasi, Sabtu lalu. Penyerahan dilakukan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional 2019. Ponorogo patut berbangga lantaran di Jatim, Ipong merupakan satu-satunya kepala daerah yang menerima penghargaan prestisius tersebut. Ipong bahkan tidak menduga sebelumnya. ‘’Kami sangat senang dan bangga berbagai kebijakan di bidang pendidikan mendapat apresiasi dari PGRI,’’ ucapnya.

Jika menilik ke belakang, ada begitu banyak kebijakan Ipong yang pro terhadap pendidikan di Bumi Reyog. Ipong tak hanya menjadi satu-satunya kepala daerah yang berani menerbitkan surat perintah tugas (SPT) untuk para guru dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT). Dia juga memberikan insentif kepada seluruh GTT-PTT dan para guru diniah. Tak hanya itu, para GTT dan PTT juga mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kepedulian Ipong terhadap dunia pendidikan juga terlihat dari tingginya alokasi anggaran untuk bidang tersebut dalam APBD. Selalu di atas 20 persen dari total anggaran belanja daerah setiap tahunnya. Dari anggaran yang begitu besar, pemkab juga mampu memberikan bantuan kepada para siswa yang kurang mampu. Melalui bantuan khusus siswa miskin (BKSM), Ipong memberi bantuan 47.118 siswa SD dan SMP yang kurang mampu dengan nilai total anggaran mencapai Rp 8,24 miliar. ‘’Penghargaan ini sekaligus menjadi kepercayaan dari guru (PGRI),’’ imbuhnya.

Ipong mengucapkan terima kasih kepada para guru, termasuk yang tergabung dalam PGRI Ponorogo dan Jatim. Dia berjanji, penghargaan yang disematkan oleh para guru kepadanya akan membuat dia lebih bersemangat dalam mencurahkan segenap kepedulian terhadap pendidikan di Ponorogo. Termasuk, menyejahterakan para guru. ‘’Lencana Dwija Praja Nugraha ini adalah anugerah dari bapak ibu guru yang nantinya akan kembali kepada bapak ibu guru sebagai semangat dan motivasi untuk membangun pendidikan,’’ ujarnya.

Ketua Umum PB PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi menyebut bahwa Ipong termasuk kategori bupati milenial yang mengerti bagaimana kebutuhan dunia pendidikan. Oleh karena itu, dia menilai Ipong sangat layak mengemban lencana Dwija Praja Nugraha dari para guru. Dia berpendapat kebijakan Ipong selama ini sukses mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Ponorogo. ‘’Pak Ipong termasuk kategori bupati milenial yang paham dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,’’ tutur Unifah.

Pujian juga diutarakan para guru yang tergabung dalam Forum GTT-PTT Ponorogo. Wakil Ketua Forum GTT-PTT Ponorogo Aris Andrianto mengatakan, penghargaan yang diraih Ipong buah kerja keras sang kepala daerah dalam memperjuangkan pendidikan di Ponorogo. Termasuk memperjuangkan kesejahteraan para GTT, PTT, serta guru diniah. ‘’Kami atas nama forum GTT-PTT di tingkat TK, SD, SMP, mengucapkan selamat. Penghargaan ini merupakan buah kerja keras beliau dalam memperjuangkan kesejahteraan para guru,’’ ucapnya. (naz/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close