Ponorogo

BUPATI IPONG: Jangan Sok Sakti atau Sok Sehat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo –  Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengelus dada. Betapa tidak, dalam empat hari terakhir, 15 kasus Covid-19 baru bermunculan. Dia khawatir, selain imported case, transmisi lokal juga muncul. Satgas desa dan kelurahan pun diinstruksikan memperketat pemantauan. ‘’Covid-19 ini penularannya sangat cepat,’’ katanya Minggu (5/7).

Kasus baru dari Panjeng, Jenangan, berawal saat pasien mengeluh demam hingga 39 derajat Celsius dan nyeri perut. Lalu berobat ke Puskesmas Jenangan, Minggu dua pekan lalu (21/6). Pasien tidak jujur ketika ditanya riwayat bepergian dari luar kota. Dua hari berselang kembali sakit dan dirujuk ke RSU Darmayu. Sempat opname lima hari, kemudian pulang.

Selasa (30/6), pasien kembali mengeluh lemas. Malam harinya mendadak kehilangan kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit. Tak sampai satu jam dirawat, meninggal dunia. Esoknya, warga curiga pasien tersebut meninggal akibat Covid-19 lantaran kerap keluar kota. Dinas kesehatan (dinkes) lantas melakukan swab kepada kontak erat pasien tersebut. ‘’Dari beberapa orang yang sudah di-swab, istrinya dinyatakan positif Jumat (3/7),’’ ungkap Ipong.

Dia minta kasus-kasus Covid-19 terdahulu jadi pelajaran. Desa dan kelurahan harus kembali memperketat pemantauan. Bila perlu, memfungsikan fasilitas isolasi jika tidak memungkinkan warganya isolasi mandiri di rumah. ‘’Yang kita hadapi saat ini adalah krisis kesehatan. Tidak hanya pemerintah, semua harus turut berperan. Jangan ada yang merasa sok sakti atau sok sehat,’’ tegas Ipong. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close