Bupati Gelar Doa Bersama untuk Bu Ani

22
KHIDMAT: Acara doa bersama tujuh hari meninggalnya Bu Ani dihadiri sejumlah ulama dari beberapa ponpes di Pacitan.

PACITAN – Suasana duka masih menyelimuti Pacitan pasca wafatnya Kristiani Herrawati atau akrab disapa Ani Yudhoyono. Bersamaan tujuh hari meninggalnya istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, Bupati Indartato menggelar doa bersama di halaman wingking (halking) Pendapa Pacitan Sabtu (8/6).

Kegiatan doa bersama yang dimulai sekitar pukul 18.00 itu dihadiri sejumlah ulama dari beberapa pondok pesantren (ponpes). Di antaranya, Ponpes Tremas, Al Fattah, dan Kikil Arjosari. Mereka secara bergantian memimpin doa bersama. Begitu pula Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Pacitan M Nurul Huda dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat Aris Mashudi.

Suasana khidmat mewarnai lantunan doa ratusan jamaah yang hadir. Tidak jarang raut wajah sedih masih mengiringi ‘’kepulangan’’ Ani Yudhoyono yang meninggal akibat kanker di RS Universitas Nasional, Singapura, pada 1 Juni lalu. ‘’Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur Bupati Indartato.

Indartato mengatakan, doa yang dipanjatkan di halking Pendapa Pemkab Pacitan tersebut menjadi bentuk bakti masyarakat Pacitan terhadap Ani Yudhoyono. Pasalnya, semasa hidup almarhumah selalu memberikan teladan baik kepadanya dan warga Pacitan.

Ani Yudhoyono, kata Indartato, juga kerap memberikan masukan kepadanya agar selalu mengutamakan pelayanan pemerintahan yang terbaik. Sementara, kalangan perempuan Pacitan diharapkan mampu menjadi penyemangat suami dalam bertugas. ‘’Almarhumah benar-benar sosok yang pantas diteladani,’’ ujarnya.

Indartato juga berdoa agar SBY selalu diberikan ketabahan atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Diakuinya, kepergian ibu dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Edie Baskoro Yudhoyono itu menyisakan rasa kehilangan yang mendalam. Harapannya, putra kebanggaan Pacitan itu mampu meneruskan pengabdiannya bagi bangsa dan negara. ‘’Semoga Bapak SBY senantiasa tabah menghadapinya,’’ ungkapnya.

Usai doa bersama yang juga diikuti jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) itu, bupati memberangkatkan ratusan pemudik melalui program Balik Gratis yang disediakan Pemprov Jatim di depan pendapa. Pemudik yang juga berasal dari Ponorogo dan Madiun itu berjumlah 711 orang. Mereka diangkut menggunakan 13 bus. ‘’Kami berterima kasih kepada pemerintah provinsi yang tiap tahun memberi bantuan fasilitas mudik dan balik gratis. Harapan kami fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga Pacitan,” tuturnya. (odi/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here