Buntut Insiden Maut, Sopir Sugeng Rahayu Resmi Tersangka

98

NGAWI – Purwanto, sopir bus Sugeng Rahayu nopol W 7094 UZ, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Pria 50 tahun itu terancam enam tahun penjara, buntut kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jalan Raya Ngawi-Mantingan masuk Dusun Sidowayah, Jenggrik, Kedunggalar, Rabu lalu (3/4). ‘’Sopir bus ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka per hari ini (kemarin, Red),’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo.

Cipto mengatakan, pasca terjadinya laka lantas, Purwanto langsung diperiksa intensif. Pun, dia menyebut unsur kelalaian warga Jalan Graha Manis, Manisrejo, Taman, Kota Madiun, itu sudah terendus sejak polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil keterangan dari sejumlah saksi, juga mengarah ke situ. Purwanto dijerat pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ‘’Ancaman hukumannya enam tahun penjara,’’ ujar Cipto kepada Radar Ngawi.

Saat pemeriksaan, kata Cipto, Purwanto sempat memberikan keterangan berbau pembelaan diri. Namun, hal itu bertolak belakang dengan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi. ‘’Bus melaju dengan kecepatan tinggi, antara 80 sampai 90 kilometer per jam, dan itu posisinya di tikungan,’’ tuturnya.

Cipto menegaskan, laka tunggal berujung dua nyawa melayang itu murni kesalahan sopir. Hasil olah TKP menunjukkan adanya unsur human error, meski pengemudi berusaha menghindari dua mobil yang melaju dari arah berlawanan. ‘’Yang paling penting itu hasil olah TKP,’’ tegasnya.

Purwanto saat ini meringkuk di ruang tahanan Polres Ngawi untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Pihak kepolisian memastikan kondisi kesehatan tersangka saat ini terbilang baik, meski mengalami luka babras pada beberapa bagian tubuhnya.

Diberitakan sebelumnya, bus Sugeng Rahayu nopol W 7094 UZ yang dikemudikan Purwanto mengalami kecelakaan Rabu lalu (3/4) sekitar pukul 02.00. Laka terjadi di jembatan Desa Jenggrik. Bus terjun ke sungai dari ketinggian sekitar enam meter. Dua penumpang tewas akibat insiden tersebut dan 12 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Tak terkecuali dua awak bus (kernet dan kondektur) yang mesti dirawat intensif di rumah sakit. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here