Bumil 9 Bulan Tewas Terlindas Truk Gandeng

937

NGAWI – Murah nian harga nyawa di jalanan. Seorang ibu hamil (bumil) sembilan bulan terenggut nyawanya di Km 19-20 Jalan Raya Ngawi-Caruban masuk Desa Legundi, Karangjati. Kiki Purningsih, 30, warga Desa Sawo, Karangjati, meregang nyawa akibat terlindas truk gandeng. ‘’Kasusnya masih didalami. Saksi-saksi kami periksa semua,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo kemarin (12/12).

Laka lantas tersebut terjadi Selasa malam (11/12). Bermula saat Kiki diboncengkan Slamet Wahyudi, 37, mengendarai Honda Beat nopol B 6137 ZBX melaju dari arah selatan. Pasangan suami istri (pasutri) itu mengendarai motor bersama Anindia, 5. Ketiganya berkendara tanpa mengenakan pelindung kepala alias helm.

Saat bersamaan, melaju truk gandeng nopol AG 9833 UH searah di belakang Slamet sekeluarga. Truk gandeng sarat muatan kayu itu dikemudikan Sukirno, 63, asal Desa Banjarejo, Ngadiluwih, Kediri. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), Sukirno berniat menyalip. Namun, ambil haluan kurang ke kanan.

Akibatnya, bodi truk menyerempet Beat. Slamet, istri, dan anaknya jatuh ke aspal jalan. Slamet dan Anindia terhindar dari maut, meski harus mengalami luka babras pada bagian lengan dan kaki. Namun, Kiki tidak. Korban jatuh ke arah kanan dari titik senggolan hingga terlindas roda truk.

Kiki mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian. Perempuan asli Kampung Pancoran, Depok, Jawa Barat, itu mengalami luka parah pada bagian kepala. ‘’Sopir truk terindikasi lalai saat mendahului motor korban. Truk gandeng terlalu ke kiri sehingga menyebabkan tabrak samping,’’ tutur Cipto.

Sementara, Sukirno baru menghentikan laju truknya sesaat setelah diteriaki warga di lokasi kejadian. ‘’Sopir truk kami amankan untuk proses lebih lanjut. Juga kedua kendaraan yang terlibat laka sebagai barang bukti,’’ ujar Cipto kepada Radar Ngawi.

Pemandangan dramatis terpampang di lokasi kejadian sesaat setelah kecelakaan terjadi. Denyut nadi di pergelangan tangan Kiki memang sudah tidak terasa. Namun, upaya penyelamatan janin dalam kandungan yang ditaksir berusia sembilan bulan tetap dilakukan.

Aparat kepolisian yang datang ke TPK segera mengevakuasi jasad bumil yang bersimbah darah itu ke RSUD dr Soeroto. ‘’Informasi yang kami dapatkan dari pihak rumah sakit, janin tidak terselamatkan,’’ imbuh Cipto.

Terpisah, dokter jaga IGD RSUD dr Soeroto dr Indah Pitarti membenarkan bahwa si jabang bayi dalam rahim Kiki tidak terselamatkan. Dia menyebut ibu janin sudah dalam keadaan tidak bernyawa ketika sampai di rumah sakit.

Indah mengatakan, hasil pemeriksaan medis melalui pengecekan detak jantung sampai USG, kondisi janin tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. ‘’Asfiksia, janin tidak mendapat oksigen karena ibunya meninggal,’’ kata Indah. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here