Bumi Reyog Cocok untuk Event Bersepeda

33

PONOROGO – Bumi Reyog dianugerahi kekayaan alam nan luar biasa. Satu yang tak banyak dimiliki daerah lain adalah tanjakan. Mulai dari tanjakan di kawasan Badegan, Slahung, serta Jenangan sampai ke Ngebel. Sabtu lalu (30/3), puluhan cyclist dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Saturday Ride Fever (SRF) berkesempatan menjajal tanjakan Slahung.

Para pesepeda itu gowes dari Kota Karismatik Madiun menuju Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan. ’’Ponorogo dianugerahi banyak sekali jalan menanjak yang menantang bagi cyclist,” sebut Sriyono, Cyclist Banjarejo Road Bike (BRB).

Selain Sriyono, ada puluhan cyclist berbagai komunitas yang ikut dalam gowes rutin tiap Sabtu itu. Sriyono yang sudah lima tahun terakhir gowes menilai tanjakan Slahung cukup menarik sebagai trek latihan. Rerata elevasi gowes Sabtu lalu diketahui mencapai 1.243 meter. ’’Kalau bagi cyclist pemula, tanjakan Slahung ini cukup menguras tenaga,’’ ujar peraih gelar King of Mountain (KOM) kategori lokal di ajang Karismatik Cycling Community (KCC) 2019.

Menurut Sriyono, Bumi Reyog banyak dianugerahi tanjakan yang cukup menantang bagi cyclist. Selain Slahung, trek Badegan dan Jenangan-Ngebel juga dia nilai menarik. Dia menyebut, rute Jenangan-Ngebel yang paling aduhai. Bahkan, dia menyebut jalur tersebut sangat cocok untuk digelar event bersepeda. ’’Ngebel via Jenangan itu sangat cocok untuk event bersepeda. Bagi cyclist pemula atau yang sudah berpengalaman, sama-sama menilai rute itu menantang. Sudah banyak dikenal cyclist dari berbagai daerah,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Sony Hendarto. Cyclist yang juga salah satu inisiator SRF itu sepakat jika berbagai jalur bersepeda di Ponorogo sangat menarik untuk dijamah. Tak terkecuali Slahung. Sony bahkan menyebut, dia cukup dibuat repot oleh tanjakan di kecamatan ujung selatan Ponorogo itu. ’’Tapi lebih menantang dan menguras tenaga Jenangan-Ngebel,’’ ujarnya.

Pebisnis sukses Kota Karismatik itu membayangkan jika event bersepeda digelar di jalur Jenangan-Ngebel. Menurut dia, banyak hal bisa ditawarkan kepada para cyclist. Tak hanya tanjakan yang menantang. Juga banyak sarana rekreasi yang dapat dinikmati di Ngebel. Mulai dari wisata telaga, hingga kuliner durian. Dia percaya, event bersepeda akan mampu mendongkrak kunjungan wisata di Ngebel. Pun, ekonomi warga akan terstimulus seiring datangnya ratusan cyclist dari berbagai daerah dalam satu waktu sekaligus. ’’Ngebel itu komplit. Ada telaga, durian. Pemandangannya menarik, hawanya sejuk. Banyak sarana rekreasi yang bisa dinikmati,” tukasnya. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here