Soal Tunggakan ke PJT, PDAM Pilih Bungkam

17

NGAWI – Manajemen PDAM memilih bungkam terkait pernyataan pihak Perum Jasa Tirta (PJT) I yang menyebut perusahaan milik daerah itu menunggak utang hingga miliaran rupiah. ‘’Maaf, kami belum bisa dikonfirmasi sekarang,’’ kata Direktur PDAM Tirta Dharma Ngawi Dwi Indarto melalui pesan singkat yang dikirim ke Radar Ngawi kemarin (9/4).

Saat hendak dikonfirmasi di kantornya siang kemarin, Dwi memang sedang keluar. Melalui pesan singkat, sejauh ini pihaknya hanya bersedia memberikan keterangan kepada PJT I selaku mitra kerja. ‘’Saya belum bisa menjawab, mohon maaf,’’ ujarnya lagi.

Sekretaris PJT I Fahmi Hidayat mengungkapkan, pihaknya sudah menyerahkan permasalahan itu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Proses komunikasi dengan pihak PDAM Tirta Dharma Ngawi, kata dia, kelak dibantu kejati selaku mediator. ‘’Tapi tidak menutup kemungkinan kalau memang harus ada komunikasi dengan PDAM Ngawi akan kami lakukan,’’ tuturnya.

Di sisi lain, Fahmi mengaku belum lama menjabat sebagai sekretaris di BUMN tersebut. Karena itu, belum banyak yang diketahui dari permasalahan yang terjadi antara PJT I dan PDAM Tirta Dharma Ngawi. ‘’Kalau komunikasi tampaknya pernah ada, tapi membahas apa saya kurang tahu,’’ akunya.

Sebelumnya, Fahmi sempat menyebut bahwa PDAM Ngawi sejak 2009 silam belum membayar iuran eksploitasi dan pemeliharaan bangunan pengairan atau lebih dikenal dengan biaya jasa pengelolaan sumber daya air (BJPSDA).

Penarikan iuran itu didasarkan pada PP Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air. Diperkuat Permen PUPR Nomor: 18/PRT/M/2015 tentang Iuran Eksploitasi dan Pemeliharaan Banguann Pengairan.

Namun, kemarin menyatakan dirinya tidak pernah menyebut nominal Rp 5 miliar. ‘’Yang jelas, kami ingin masalah ini segera selesai dan dengan cara yang baik-baik,’’ harapnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here