Madiun

Bule Cantik Ikut Buat Dadar Gulung

MADIUN – Elie, bule cantik asal Amerika memeriahkan acara ngabuburit di Pasar Pundensari, Gunungsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Minggu (26/5). Kehadirannya menjadi pusat perhatian. Banyak warga yang mengajak wefie. Dengan senang hati instruktur selam melayani. ’’Saya sangat suka keramahan orang Indonesia,’’ ujarnya.

Elie juga merasa nyaman di pasar yang khusus menjual jajanan khas tradisional itu. Termasuk senang berada di Gunungsari. Sudah sepekan Elie menginap di home stay Griya Setapuran, yang dikelola Bernardi S. Dangin, ketua Pokdarwis Gunungsari. Bahkan, sebelum pasar buka, dia sempat membantu warga untuk membuat dadar gulung isi kelapa dan gula merah. Elie juga mengelap daun pisang. Dia juga menyiapkan sajian jajanan khas yang dijual di pasar. ’’Tidak ikut berjualan, membantu saja,’’ ujarnya sembari tertawa.

Momen yang indah ikut dirasakan. Meski bukan muslim, Elie ikut berbuka puasa di kompleks Pasar Pundensari. Siapa sangka, ternyata dia beberapa hari ini ikut berpuasa. ’’Saya juga ikut puasa hari ini dan kemarin sudah berpuasa,’’ ungkapnya.

Berada di Madiun, Elie sempat berkeliling ke sejumlah lokasi. Salah satunya diajak Bernardi S.Dangin mengunjungi Desa Wisata Kepel, Kare, Madiun. Di sana di sempat berkunjung ke air terjun Banyulawe. Baginya, pengalaman pertama kalinya di Madiun cukup menarik. Meski hanya beberapa hari tinggal di Madiun. ’’Saya menyukai Madiun,’’ ungkapnya.

Sementara, Bernardi S. Dangin, pemilik home stay Griya Setapuran mengungkapkan kalau dia sengaja mengajak warga negara asing (WNA) yang berkunjung itu untuk berkenalan dengan budaya yang ada di Gunungsari. Para bule memang diajak melakukan sesuatu agar mendapatkan pengalaman dalam melakukkan budaya di sebuah daerah. Hal tersebut pun juga merupakan bentuk kegiatan pariwisata. ’’Karena yang kami tonjolkan di sini adalah wisata budaya,’’ katanya.

Jadi, dia memang mengajak para bule untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Seperti memasak, atau menyapu lantai menggunakan sapu ijuk. Hal tersebut tidak ada dalam budaya keseharian para bule itu. pasalnya, mereka terbiasa dengan kehidupa di negara yang sudah maju. Jadi, kebiasaan atau budayanya pun juga berbeda. ’’Nah itu yang ingin kami kenalkan kalau kita ini kaya akan budaya dan itu adalah hal yang lua biasa bagi mereka,’’ pungkasnya. (fat/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close