Bukit Tinatar Pacitan Retak Sepanjang 100 Meter

83

PACITAN – Hujan yang kerap mengguyur Pacitan beberapa hari terakhir membuat warga Dusun Krajan, Tinatar, waswas. Itu setelah bukit di atas permukiman mereka retak sepanjang 100 meter. Kondisi tersebut mengingatkan kejadian serupa akhir 2017 silam yang hampir mengisolasi mereka. Saat itu longsor terjadi di dua titik berbeda hingga merusak rumah warga dan memutus akses jalan desa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo membenarkan  potensi longsor di dusun tersebut. Bahkan, petugas yang terjun ke lokasi mendapati kedalaman retakan bervarisasi. Lokasinya tepat berada di atas empat rumah warga. ‘’Kami merekomendasikan warga mengungsi,’’ kata Didik kemarin (27/1).

Retakan pun mulai menjalar menyerupai tapal kuda. Plus ada aliran air. Sehingga, pihaknya mengimbau warga setempat tak mendekati lokasi tersebut. Terutama saat turun hujan. ‘’Alangkah baiknya warga direlokasi. Karena sudah ada beberapa yang telah mengosongkan rumahnya,’’ ujarnya.

Selain Dusun Krajan, hampir seluruh wilayah Desa Tinatar berlokasi di dasar lembah yang dikelilingi bukit. Sehingga, saat hujan dengan intensitas lebat dan berkepanjangan, warga wajib waspada. Apalagi, resapan air berlebih ditambah kontur tanah yang gembur yang berpotensi longsor. ‘’Tahun 2017 silam di Tinatar juga sempat longsor,’’ ungkapnya.

Di Dusun Krajan terdapat empat rumah yang dihuni 15 jiwa yang terancam longsor. Sesuai instruksi, mereka mulai mengemasi barang-barang dan mengungsi. Salah seorang warga membongkar rumahnya untuk pindah ke tempat lebih aman. Sementara warga lainnya memilih mengungsi sementara dan kembali saat kondisi aman. Sebab, mereka kesulitan lahan untuk relokasi. Apalagi, hampir seluruh wilayah desa dikelilingi bukit dan sungai. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here