Bukit Retak, Empat KK Pilih Mengungsi

91

PACITAN – Satu persatu genting dan rangka atap rumah Marsus diturunkan sejumlah warga. Dinding dari kayu pun turut dibongkar. Bergotong royong, bengunan semi permanen di Dusun Krajan, Tinatar, Punung, itu dikosongkan. Markus hanya bisa pasrah dan bersiap mengungsi. ‘’Sudah gak berani nempati, diatas bukit mau longsor,’’ kata Marsus kemarin (23/1)

Hujan yang mengguyur desanya sejak tiga hari terakhir membuat bukit di atas rumahnya retak.  Tak tanggung-tanggung panjang retakannya lebih dari 100 meter. Kedalamannya mulai 10 sentimeter hingga lengan orang dewasa. Alhasil warga yang bermukim di bawahnya pun waswas. Mereka memilih mengungsi ketimbang celaka. Setidaknya empat kepala keluarga (KK) memilih meninggalkan kediamannya sejak Selasa (22/1) petang kemarin. ‘’Soalnya (retakan) semakin lebar, bahkan bukit di samping rumah saya semakin mendekat ke rumah,’’ ujarnya.

Marsus mengungkapkan retakan tersebut baru diketahui Selasa lalu. Saat itu salah seorang warga tengah mencari rumput di sekitar bukit. Dia terhenyak mendapati retakan tepat di atas rumah warga. Pun lantaran hujan mengguyur sejak siang hari, retakan semakin melebar dan memanjang. ‘’Khawatirnya kalau hujan lagi akan longsor,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan, semula batu bergaris tengah empat meter di samping rumahnya berjarak lebih dari dua meter. Kemarin saat warga membongkar rumahnya batu mendekat tinggal menyisakan setengah meter. Kondisi itu kian membuat Marsus waswas. Dia pun memutuskan mengungsi dan membongkar rumahnya. ‘’Rencannya mau pindah ke mana belum tahu, mengungsi dulu ke rumah saudara,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tinatar Himo Wahyudi menambahkan setidaknya empat KK harus dievakuasi lantaran rumahnya terancam gunturan. Yakni, keluarga Sukat, Sifiani, Sutris, serta Marsus, yang  tinggal berdekatan di lokasi tersebut. Sejak Selasa petang pihaknya meminta para warga dievakuasi ke tempat aman. Tercatat 15 jiwa harus dievakuasi dari dusun tersebut. ‘’Kami minta pindah, takutnya akan terjadi kejadian seperti akhir tahun 2017 lalu,’’ sebut Himo.

Saat itu, Dusun Krajan diterjang longsor. Bahkan, puluhan warga kehilangan tempat tinggal lantaran rusak tertimpa material longsoran. Sementara, 15 warga yang saat ini tengah dievakuasi merupakan warga yang nekat bertahan di lokasi tersebut. ‘’Dulu, di kiri dan kanan rumah-rumah tersebut telah terjadi longsor hingga menimbulkan kerusakan,’’ bebernya. (mg6/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here