Bukit Gundul Picu Munculnya Retakan

37

PONOROGO – Beruntung warga Wates, Slahung, cekatan. Mereka dengan suka rela melakukan penanganan sementara di titik keretakan jalan di kilometer 227 ruas Jalan Nasional Ponorogo-Pacitan. Penanganan menggunakan sarana seadanya. ’’Ini ruas utama. Banyak kendaraan yang melintas, karena itu butuh penanganan secepatnya,’’ sebut Widodo, warga Wates, Slahung, kemarin (1/4).

Widodo merupakan satu di antara belasan warga setempat yang kemarin kerja bakti melakukan penanganan sementara. Mereka menambal keretakan jalan yang terdalam mencapai 50 sentimeter itu menggunakan tanah. Lantaran titik keretakan menyebar, warga juga memasang bambu dan tong untuk melindungi pengguna jalan. Pantauan Radar Ponorogo di lokasi, Sabtu lalu (30/3), kendaraan yang dapat melintas hanya roda dua dan roda empat.

’’Untuk sementara, ini yang dapat kami lakukan. Karena kasihan, banyak yang melintas,’’ kata dia. ‘’Kalau harus memutar, jaraknya juga cukup jauh,’’ imbuhnya.

Widodo menyebut, sumber retakan tanah adalah bukit di sisi utara jalan. Kondisi bukit memang mulai gundul. Sehingga resapan air berkurang. Pasca muncul retakan, kedalaman tanah yang amblas di bukit tersebut sudah lebih dari satu meter. Versi warga, retakan semakin parah sejak sepekan terakhir. ’’Di atas bukit (sisi utara jalan), kedalaman tanah yang amblas mulai 50 sentimeter sampai empat meter. Warga khawatir retakan-retakan ini bisa memicu terjadinya longsor,’’ ujar Widodo.

Pengawas Bina Marga DPUPR Ponorogo Sartono kemarin ikut meninjau lokasi retakan. Data yang dikantonginya, panjang retakan yang muncul sejak Rabu lalu sudah mencapai 200 meter. Pihaknya juga menemukan retakan menjalar di tebing sisi utara jalan. Bahkan, plengsengan yang menutup sebagian kaki bukit itu juga retak-retak. ’’Kemungkinan salah satu sumber retakan yang memperparah kondisi jalan ada di tebing ini, kemudian menjalar ke badan jalan,’’ sebutnya.

Lokasi retakan di atas badan jalan juga menyebar, namun jaraknya tak begitu jauh. Sartono mengaku jika Rabu lalu pihaknya sempat melakukan penanganan. ‘’Awalnya sudah kami tangani. Retakan-retakan yang amblas sejak Rabu itu kami cor. Tapi air mengalir ke badan jalan, membuat jalan kembali amblas,’’ jelas Sartono. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here