Bukan Penculikan, tapi Gara-gara Ribut Hak Asuh Anak

438

MADIUN – Bak adegan film action, sebuah mobil Avanza berkelir silver menyita perhatian publik. Itu setelah anggota Satsabhara Polres Madiun Kota terlibat kejar-kejaran dengan mobil tersebut. Aksi itu dimulai dari kawasan Jalan Pahlawan-HOS Cokroaminoto-Citandui.

Mobil tersebut dikemudikan seorang pria bersama anak laki-laki berusia tiga tahun. Setelah dihentikan polisi di kawasan Jalan Citandui, pengemudi tersebut dibawa ke mapolresta. ’’Klarifikasi kabar di medsos yang viral. Bahwa ini bukan penculikan anak, tapi konflik keluarga,’’ kata Kasubbag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani.

Peristiwa itu bermula ketika satu pasangan suami-istri asal Magetan dalam proses perceraian. Prosesnya belum diputuskan oleh pengadilan agama (PA) setempat. Pasutri tersebut memiliki tiga orang anak. ’’Anak pertama dan kedua ikut ibunya, yang kecil (bungsu) sama bapaknya. Beberapa bulan ini ibunya mengaku kesulitan bertemu dengan anak bungsunya itu,’’ ujarnya.

Singkat cerita, saudara dari pihak istri yang mengendarai motor dan melintas di perempatan Tugu, Jalan Pahlawan, sempat melihat suami dari saudaranya itu mengemudikan mobil Avanza silver tersebut. Akhirnya, saudaranya ini menghubungi sang istri menjelaskan hal tersebut. ’’Pakdenya ini saudaranya yang istri. Sambil telepon-telepon pakdenya ini mengejar mobil itu. Melihat aksi kejar-kejaran antara dua kendaraan, warga yang melihatnya teriak-teriak maling,’’ jelas Ida.

Kebetulan, di saat bersamaan ada beberapa personel satsabhara sedang patroli.  Akhirnya, personel sabhara mengejar kendaraan tersebut dan terjadilah aksi kejar-kejaran. Sampai akhirnya polisi berhasil menghentikan laju mobil tersebut di Jalan Citandui. Persisnya di depan salah satu biro travel. ’’Langsung dibawa ke mapolresta, kedua belah pihak sudah bertemu dan diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi, masalah ini sudah selesai,’’ terangnya.

Ida menambahkan, kasus tersebut murni masalah internal keluarga. Diketahui, suami tersebut adalah karyawan swasta, sementara istri adalah aparatur sipil negara (ASN) asal Magetan. ‘’Masalah hak asuh anak,’’ sebutnya.

Demi proses penyelidikan, kepolisian melarang awak media mengambil gambar mobil tersebut. Saat ditemui Jawa Pos Radar Madiun, pengemudi mobil sedang di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Madiun Kota. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here