Madiun

Bukan Gratis tapi Pinjam Pakai

‘’Ini bagian dari (program) peningkatan efektivitas dan kualitas pendidikan, khususnya mendekatkan teknologi sejak dini kepada siswa.’’ Eny Yuanawati, Kabid Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun

———————-

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program bantuan laptop untuk siswa SD-SMP negeri di Kota Madiun bakal direalisasikan tahun depan. Sebagai persiapan, dinas pendidikan (dindik) mulai menyusun mekanisme dan teknis pemanfaatannya. ‘’Bantuan laptop itu nanti bersifat pinjam pakai,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun Eny Yuanawati kamis (19/9).

Jadi, tidak diberikan gratis atau cuma-cuma.  Meski begitu, laptop tersebut bisa dibawa pulang. Harapannya, ketika siswa tidak masuk sekolah, mereka tak ketinggalan pelajaran. Sebab, sekolah menerapkan metode pembelajaran e-learning. ‘’Sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan informasi teknologi (IT),’’ ujarnya.

Eny menambahkan, ke depan akan dilengkapi program pembelajaran di laptop tersebut. Termasuk untuk kepentingan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sehingga, para guru diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi pembelajaran. ‘’Ini bagian dari (program) peningkatan efektivitas dan kualitas pendidikan, khususnya mendekatkan teknologi sejak dini kepada siswa,’’ jelas Eny.

Berkaca dari Pemkab Badung, Bali, karena sifatnya hak guna pakai, laptop itu merupakan aset pemkot. Saat lulus sekolah, laptop itu wajib dikembalikan ke sekolah atau dindik. ‘’Jika laptop rusak atau hilang, akan dibahas lebih lanjut teknisnya. Yang pasti ada garansinya,’’ tuturnya.

Begitu juga spesifikasi dan mekanisme pengadaan akan ditentukan dalam pembahasan bersama DPRD. Pengadaan akan dilakukan bertahap. ‘’Pada tahun 2020 untuk siswa kelas V dan VI SD dan kelas VIII–IX SMP,’’ terangnya.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Madiun Eddie Sanyoto menilai pengadaan laptop tersebut bisa menunjang kualitas pendidikan daerah. Siswa dapat memperoleh program pembelajaran secara praktis. ‘’Kami sangat mendukung program itu,’’ katanya.

Menurut dia, pada era teknologi informasi seperti saat ini, siswa mudah bosan jika pembelajaran dilakukan monoton. Inovatif kata kuncinya. Bahkan, pembelajaran bukan lagi teacher center, melainkan student center. Sehingga, program laptop pinjam pakai itu bisa jadi solusi siswa dalam mengoptimalkan teknologi informasi.

Siswa bisa mengaksesnya dengan laptop tersebut. Melalui e-learning maupun smart learning, pihak penyedia barang dan dindik dapat menyediakan berbagai fitur pembelajaran. Seperti penugasan, diskusi, penilaian, dan pengumuman.

Pada fitur-fitur itu harus tersedia banyak materi. Dengan laptop, siswa bisa mudah mengaksesnya. Fitur-fitur itu juga menjaga interaksi guru dan murid. Terutama ketika guru sedang ada tugas, sementara jam mengajar tidak boleh dilewatkan. ‘’Selain paperless, cara itu terintegrasi dengan pembelajaran online (e-learning, Red),’’ ujar Eddie.

Dia menegaskan, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) tidak main-main dalam pengadaan laptop tersebut. Terpenting, pelaksanaan kegiatan harus sesuai aturan dan mekanisme berlaku. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close