Bukan Aksi Pertama Khoirul Dkk

57

MADIUN – Tersangka kasus  pencurian dengan kekerasan, Khoirul, mengaku dalam pengaruh minuman keras  (miras) saat melakukan aksi perampasan disertai ancaman di jalan Raya Madiun Surabaya, sabtu (23/3) malam. Warga Klumutan, Saradan ini mengaku sempat melakukan pesta miras sebelum beraksi. ‘’Memang sempat minum (miras, red) sebelum kejadian,’’ kata khoirul kepada wartawan, kemarin.

Khairul mengatakan dari Klumutan Saradan, langsung menuju Garon Balerejo saat Ahmad Fikri mengirim informasi jika Ridho dkk merupakan sasaran empuk yang dapat dirampas barang berharganya. Dia pun lantas berangkat dengan lima orang komplotannya yang lain menggunakan dua sepeda motor. ‘’Terus pas deket Dumpil, saya cegat, dan saya todong,’’ akunya.

Pria pengangguran itu lantas menodongkan senjata tajam ke Aditya dan Pandu yang merupakan kawan satu sekolah Ridho. Pun, karena sempat melawan, dia sempat memukul korban. Juga mengambil barang berharga milik korban. Khoirul mengaku kalau aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan. ‘’Pernah juga malak di dekat rumah sakit Panti Waluyo (RSDU Caruban, Red) tapi gagal karena ada yang menolong,’’ katanya.

Sementara Masykuroh salah seorang guru di SMPN 1 Majayan menuturkan, jika Ridho Cahyo siswa eklas VIII MTsN 5 Mejayan langsung kabur mendapati ketiga rekannya dipalak oleh komplotan Khoirul dkk. ‘’Informasi dari Nasrul Wafa, dia ketakutan dan langsung lari menyelamatkan diri dengan Ridho,’’ kata salahs eorang guru Nasrul, di SMPN 1 Mejayan ini. Kata dia, Nasrul nekat menceburkan diri ke air sungai untuk meminta pertolongan warga. Dia sempat diteriaki Ridho untuk menunggu kawannya itu, namun, karena Ridho tak kunjung datang, sementara para penodong sudah mendekat, dia pun nyemplung ke sungai. Beruntung, ada sarung di tangannya, dia gunakan untuk pelampung. ‘’Padahal, kala itu airnya deras dan sedang banjir’’ ungkap Imas, sapaan akhrab Masykuroh.

Imas mengatakan jika anak didiknya itu, mampu membebaskan diri dari air, dia pun segera minta pertolongan warga setempat. Pun, Nasrul tidak tahu jika Ridho juga ikut nyemplung ke sungai. ‘’Dia tidak tahu kalau si Ridho tidak bisa berenang,’’ katanya.

Menurut Imas, Nasrul sudah menaruh curiga sejak dia sampai di kawasan Balerejo. Dia menyebut kalau seperti sudah diikuti oleh seseorang. Hingga akhirnya, kecurigaannya menjadi kenyataan. ‘’mereka ini cutriga diikuti orang mulai dari wilayah balerejo,’’ katanya (fat/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here