Buka-Tutup Tiga Hari Lagi di Jalur Ponorogo-Trenggalek

270

PONOROGO – Arus lalu lintas di jalur Ponorogo-Trenggalek dipastikan tersendat hingga tiga hari ke depan. Itu menyusul pemberlakuan sistem buka-tutup untuk membersihkan material longsor di kilometer 16, Desa Nglinggis, Tugu, Trenggalek, sejak Sabtu malam (1/9).

Informasi terbaru, jalur tersebut sudah dapat dilewati dengan sistem buka-tutup mulai pukul 12.00 kemarin (3/9). Dua alat berat jenis loader dan backhoe dikerahkan untuk membersihkan material batu dan tanah yang menutup ruas jalan. Meski demikian, pengendara wajib waspada saat melintasinya.

Kapolsek Sawoo AKP Edy Suyono mengatakan semua kendaraan yang melintas diberikan informasi ada pekerjaan di titik longsor. Dia meminta pengendara berhati-hati dan waspada. ‘’Kami terus memberikan informasi terbaru kepada para pengendara. Tidak lupa kami beri imbauan,’’ ujarnya.

Sistem buka-tutup dipastikan berlangsung hingga besok dan kembali normal lusa pagi. Itu jika pembersihan tidak mengalami kendala. ‘’Ada pekerjaan tambahan di titik tersebut. Selain membersihkan material longsoran, juga membangun penyangga tebing di bawah jalur tersebut,’’ kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 17 BBPJN VIII Surabaya Ramlan  melalui telepon seluler.

Dia menjelaskan kilometer 16 tersebut langganan longsor. Karena itu, setelah menyelesaikan dua pekerjaan tersebut, pihaknya bakal mengerjakan dinding penahan tebing yang longsor tersebut.

Menurut dia, penyebab longsor karena tekstur tanah berupa tanah gembur. Sehingga, rawan longsor jika terguyur hujan meskipun intensitas rendah. ‘’Ini jadi pekerjaan rumah kami. Apalagi jalur tersebut merupakan jalur vital penghubung dua daerah,’’ tuturnya.

Pihaknya berharap pekerjaan tidak terkendala faktor alam. Sehingga, selesai sesuai target yang ditetapkan. ‘’Ini musibah, semoga tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun pendidikan di kedua daerah bertetangga ini,’’ ucapnya. (mg7/c1/sat)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here