Buka Les dengan Tarif Mahal demi Jaring Pesulap Profesional

75

Menguasai berbagai trik sulap tidak hanya mendatangkan kepuasan batin, tapi juga menghasilkan pundi-pundi rezeki. Itu pula yang dirasakan Joe Phantom, pria yang sudah sembilan tahun menjalani profesi sebagai pesulap profesional. Apa tantangannya di era serbadigital ini?

 SATU pak kartu remi itu oleh Joe Phantom dibagi menjadi dua bagian. Lalu, diambilnya selembar as keriting. Kartu tersebut lantas diletakkan di meja dengan posisi tertutup. Usai menjentikkan jari tangannya, Joe membuka kartu itu dan telah berubah menjadi as wajik.

Berganti trik lainnya, Joe mengambil selembar kartu, lalu melemparkan beberapa kali ke udara. Tiba-tiba kartu menghilang dan muncul lagi dari telapak tangannya. Kemudian, dijatuhkan. Mendadak di jari-jemarinya memuntahkan belasan kartu remi. ‘’Trik seperti ini dulu belajarnya sampai satu bulan,’’ kata Joe.

Sudah sembilan tahun Joe menekuni profesi sebagai magician. Beragam trik sulap pun telah dikuasainya. Dari yang paling sederhana hingga tingkat kesulitan tinggi. ‘’Tertarik setelah lihat tayangan acara sulap di televisi,’’ ujar warga Perumahan Anjasmoro, Mejayan, Kabupaten Madiun, itu.

Lulus kuliah, Joe mencoba peruntungan membuka les bahasa Inggris sesuai disiplin ilmunya. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. Akhirnya, dia mencoba menekuni sulap. Belasan magician di berbagai kota pun didatangi untuk belajar sulap. ‘’Butuh pendekatan khusus. Soalnya, secara etika, membuka trik itu nggak boleh. Mereka hanya menunjukkan satu trik, lalu saya diminta mempelajari sampai bisa,’’ kenangnya.

Trik pertama yang didapat adalah menghilangkan kartu di telapak tangan. Merasa tertantang, Joe berusaha membongkar triknya hingga semalaman nyaris tidak tidur sama sekali.

Untuk berburu ilmu sulap, Joe juga kerap mengikuti kegiatan komunitas di Surabaya. Dia juga sengaja membeli buku sulap karya Deddy Corbuzier seharga Rp 200 ribu kala itu. ‘’Sekarang jarang ada toko buku yang jual buku sulap, tidak seperti dulu,’’ tutur pria 33 tahun itu.

Berkat ketekunannya, Joe akhirnya berhasil menjadi pesulap profesional. Pun laris diundang memamerkan aksinya di berbagai acara. Kemampuannya sebagai magician juga menarik animo sejumlah anak muda untuk berguru kepadanya. ‘’Tapi, makin ke sini makin jarang yang datang ke rumah, belajar bareng-bareng. Sekarang banyak yang lebih suka belajar instan lewat YouTube,’’ paparnya.

Meski begitu, di mata Joe sulap masih menjanjikan sebagai lahan berburu rezeki. Karena itu, dia mantap membuka les privat sulap. Satu paket dipatok biaya Rp 800 ribu untuk empat kali pertemuan. Dia sengaja pasang tarif mahal untuk menjaring mereka yang benar-benar ingin menjadi pesulap profesional. Bukan sekadar belajar  membongkar trik. ‘’Kalau rela bayar mahal berarti memang ada niat serius belajar sulap,’’ ucap pria yang juga membuka toko peralatan sulap ini. ***(dila rahmatika/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here