Ngawi

Bujet Penanganan Kebakaran di Ngawi Tahun Ini Hanya Rp 52,5 Juta

Kasus Meningkat, Anggaran Malah Terpangkas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Saban tahun kasus kebakaran di Ngawi jumlahnya mencapai puluhan. Bahkan, berdasarkan catatan satpol PP setempat angkanya cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2017, misalnya, terjadi 22 kejadian kebakaran. Setahun berselang bertambah menjadi 35 kasus. Sementara, sepanjang 2019 lalu naik lebih dari 100 persen, yakni 82 kasus. ‘’Dalam enam bulan terakhir ini ada 11 peristiwa kebakaran,’’ kata Kabid Damkar Satpol PP Ngawi Indah Puspowati Selasa (14/7).

Namun, tren kenaikan itu tidak diimbangi dengan penambahan anggaran penanganan kebakaran. Bahkan, tahun ini dipangkas separo lantaran mengalami rasionalisasi akibat pandemi Covid-19. ‘’Sebelumnya dapat Rp 105 juta, sekarang hanya Rp 52,5 juta. Hitungan kami, jumlah ini hanya mampu meng-cover sekitar 30 kejadian kebakaran,’’ paparnya.

Dia menyebut, dalam sekali menangani kebakaran, satu unit mobil pemadam bisa membutuhkan biaya operasional mencapai Rp 1 juta. Terlebih jika lokasi kebakaran cukup jauh seperti kawasan Karangjati dan Mantingan. ‘’Pengalaman tahun lalu, saat musim kemarau sehari bisa sampai ada tiga kejadian kebakaran. Tentunya biaya yang dikeluarkan cukup banyak,’’ tuturnya.

Indah menambahkan, pada 2019 lalu hanya dianggarkan penanganan 58 kejadian kebakaran. Namun, kasus yang terjadi mencapai 84. Berkaca dari pengalaman itu, pihaknya bakal mengajukan penambahan anggaran penanganan kebakaran tahun ini. ‘’Sebanyak 60 persen kasus kebakaran selama ini melanda lahan kering, sisanya rumah,’’ ujarnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close