Bude Khofifah Apresiasi Inovasi Motor Listrik Take-Run

91

MAGETAN – Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Takeran kembali kedatangan tamu agung, Selasa (30/10). Kali ini giliran gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa. Khofifah yang sampai pendapa PSM sekitar pukul 11.30 itu mendapat sambutan ramah para santriwati yang berjajar menyalaminya.

Bude Khofifah –sapaan akrabnya– juga berkesempatan menengok lokasi pameran SMK PSM 1 dan 2 Takeran. Inovasi motor listrik Take-Run karya siswa SMK PSM 2 Takeran mendapat acungan jempol Khofifah. ’’Luar biasa, untuk efisiensi energi,’’ katanya.

Baterai sepeda motor itu hanya butuh diisi dayanya selama dua jam. Itu sudah dapat digunakan berkendara hingga 90 kilometer jauhnya. Bude Khofifah menyampaikan impiannya. Andai 10 juta penduduk Jatim menggunakan sepeda motor listrik itu, efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) akan dapat dilakukan. Mengingat BBM merupakan energi yang tidak dapat diperbarui. Pengeluaran masyarakat dalam mengonsumsi BBM juga dapat dikurangi. ’’Subsidi energi oleh pemerintah juga berkurang,’’ ujarnya.

Bude Khofifah menambahkan, inovasi siswa SMK itu akan mandek jika tidak ada follow-up. Harus diproduksi masal. Sebab, jika hanya memproduksi dalam skala kecil, cost yang dikeluarkan akan besar. Berbeda jika diproduksi dalam jumlah besar. Namun, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) yakni ketersediaan spare part. Beberapa komponen rupanya masih harus diimpor dari luar negeri. ’’Harganya tergantung kurs dolar, harus mengikuti nilai tukar mata uang negara yang bersangkutan,’’ paparnya.

Untuk pemasaran, Bude Khofifah menyebut dunia pesantren sudah harus masuk area ekonomi digital. Berjualan dewasa ini tak harus membuat gedung dan etalase untuk memajang barang dagangan. Berjualan sudah dapat dilakukan secara online. Sehingga, hanya perlu menyediakan katalog barang yang dijual. Seperti yang sudah dilakukan pebisnis sukses Jack Ma dengan Alibaba Group-nya. ’’Tidak perlu harus ada gudang, barang, dan alat angkut untuk berjualan,’’ jelasnya.

Pimpinan PSM Takeran Miratul Mukminin mengatakan, inovasi motor listrik siswa SMK tersebut baru prototipe. Namun, sudah didaftarkan dalam hak atas kekayaan intelektual (HAKI) sebagai milik SMK 2 Takeran. Jelas saja Bude Khofifah memuji inovasi tersebut. Presiden RI Jokowi, dikatakan Gus Amik –sapaan Miratul Mukminin– juga sempat menjajal motor listrik tersebut saat di Surabaya. ’’Sudah ada hak cipta milik kami,’’ katanya.

Sepeda motor tersebut, diakui Gus Amik, murni karya siswa SMK PSM. Kendati baterainya masih harus diimpor dari luar negeri. Namun, komponen lokal lebih dari 70 persen. Sehingga menjadi produk Indonesia. Untuk menciptakan inovasi itu, PSM sampai menggandeng lembaga riset dan universitas ternama. Sehingga, kualitas Take-Run tidak diragukan lagi dan memenuhi kelayakan untuk dipakai. ‘’Akan diproduksi secara masal,’’ ungkapnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here