Budaya Masuk Dindik, Disparpora Kelimpungan

99

PACITAN – Kabupaten Pacitan kaya akan objek wisata alam. Baik berupa pantai maupun gua. Namun, eksistensinya mulai terancam. Sebab, jumlah pengunjungnya tak meningkat signifikan. ‘’Teorinya wisata itu memang tak hanya alam,’’ kata Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Budi Hartoko kemarin (17/3).

Sehingga, jika sekadar mengandalkan daya tarik keindahan alam, ternyata hanya didominasi dua destinasi. Tak sedikit pelancong hanya sekali berkunjung dan tak balik lagi. Kebanyakan mereka menilai tak ada perubahan berarti dari objek wisata alam yang pernah dikunjungi. ‘’Karena itu akan kami barengi dengan wisata budaya. Seperti di Bali. Alamnya sudah bagus sisi budayanya pun dominan,’’ jelas Hartoko.

Ke depan pihaknya berencana mendongkrak wisata budaya guna mendukung wisata alam. Hartoko berangan dengan kolaborasi tersebut wisatawan bakal sudi berkunjung ulang ke tempat wisata yang sama. Contohnya di Gua Gong, Pantai Klayar dan Pantai Watukarung yang diandalkan Pacitan. ‘’Jika dibungkus dengan wisata budaya pasti ceritanya beda lagi,’’ yakinnya.

Sayangnya, lanjut dia, dipecahnya bidang kebudayaan ke dinas pindidikan beberapa tahun lalu berdampak pada promosi yang ada. Padahal, budaya jadi kunci majunya wisata di Pacitan. Sehingga, kondisi ini membuat disparpora kelimpungan.  ‘’Saat ini, kami hanya bisa kemas promosi pariwisata alam lewat pamflet atau poster wisata,’’ paparnya.

Ke depan pihaknya berencana memboyong beberapa budaya, khususnya tari ke Jogjakarta. Sebab, ada kesempatan untuk memamerkan di bandara Adisutjipto Jogjakarta. Beberapa kota lain, seperti Malang, Solo, dan Surabaya turut jadi sasaran kunjungan wisatawan. ‘’Saat ini wisatawan Pacitan paling banyak dari arah barat, seperti Solo dan Jogja,’’ terang Hartoko.

Hartoko berharap promosi tersebut bakal mengembalikan wisatawan ke Pacitan seperti tiga tahun silam. Terlebih jelang libur sekolah dan lebaran. Dua momen tersebut bakal dijadikan tonggak kebangkitan pariwisata Pacitan. Dia berharap, keindahan alam Pacitan dapat dinikmati wisatawan dari berbagai daerah. Apalagi, akses menuju destinasi lebih baik ketimbang sebelumnya. ‘’Jalur Pacitan-Ponorogo memang terkadang terkendala longsor, namun cepat diatasi,’’ ujarnya. (mg6/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here