Buceng Sewu, Manifestasi Harapan PKL Soekarno Hatta

185

PONOROGO – Dua buceng raksasa diarak di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Minggu malam (6/1). Tumpeng berisikan hasil bumi setinggi 1,5 meter itu dikirab puluhan pedagang kaki lima (PKL). Mereka kompak berseragam ponoragan sembari membentangkan bendera merah putih berukuran 45 meter. Juga, diiringi Kebo Kendho. Kerbau-kerbauan yang digerakkan dua orang itu berlenggak-lenggok mengikuti lantunan salawat.

Sesampainya di pertigaan ngepos, iring-iringan kirab putar balik dan berhimpun di depan SMPN 1 Ponorogo. Tempat PKL menjajakan dagangan selama ini. Perhelatan kali keenam ini seiring bertambahnya usia Paguyuban Mekar Sari. Sebagai wujud jalinan silaturahmi antar-PKL di Jalan Soekarno Hatta. ‘’Ini merangkul PKL agar bersatu padu memajukan kabupaten ini,’’ kata Ketua Paguyuban Mekar Sari Sudarno.

Tumpeng kecil berbagai bentuk dan varian dibawa serta PKL. Turut ditata rapi di halaman. Usai memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, tumpeng lalu disantap bersama-sama. Ratusan warga yang hadir pun ikut berbaur dengan pedagang. ‘’Semoga semua usaha lancar dengan ngaji urip demi keutuhan Ponorogo,’’ ujarnya.

Sejauh ini, PKL mendukung upaya pemkab dalam menciptakan tata kota yang nyaman. Namun, kebijakan relokasi yang sempat diwacanakan beberapa lalu seyogianya dikaji kembali. Tak ingin dipindahkan ke tempat baru yang sepi. ‘’Kami sudah puluhan tahun berdagang di sini. Jadi tolong pemerintah dapat asah asih asuh kepada kami,’’ tutur Sudarno.

Juga, berharap pemkab turut memberikan pendampingan dan pelatihan bagi PKL yang notabene mengais rezeki di pinggiran jalan tersebut. Mereka pun berjanji mendukung penuh kebijakan pemkab sepanjang tetap menimbang aspek keadilan. ‘’Kami selaku wirausaha kecil tetap nyengkuyung. Kami pun butuh pendampingan dan pelatihan agar usaha yang dijalani ini semakin berkembang,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here