Ponorogo

Bripka Joko Siswanto, Pembarong Andalan Manggala Bhayangkara

Kegemaran semasa kecil, jika terus disemai akan menjadi hobi setelah dewasa. Bripka Joko Siswanto membuktikannya. Kebiasaannya menyaksikan penampilan reyog mengantarkannya menjadi pembarong selain mengabdikan diri sebagai polisi.

——————-

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

JOKO Siswanto lincah memainkan kepala Singo Barong. Reyog seberat puluhan kilogram itu dikendalikan dengan gigitan kencang di bagian kayu balik topeng. Kepalanya mendongak di tingkah bulu-bulu merak yang mengepak. Memukau warga yang memadati lapangan Desa Galak, Kecamatan Slahung. Saat itu, Joko masih mengenakan seragam korps cokelat khas polisi. ‘’Itu penampilan paling berkesan, karena angin sedang bertiup kencang,’’ kenang polisi yang akrab disapa Si Jeck itu.

Dua tahun sudah, polisi berpangkat bripka ini memainkan barong. Dia pun kerap tampil di luar daerah bersama grup reyog Polres Ponorogo, Manggala Bhayangkara. ‘’Sebagai orang Ponorogo, harus bisa barong lah,’’ kata pria 39 tahun ini.

Sejak kecil, polisi merangkap seniman asal Sambit ini gemar menyaksikan reyog. Dia pun mantap menekuni kesenian nenek moyangnya itu saat dipindahtugaskan ke Bumi Reyog 2002 silam. ‘’Setelah sering menyaksikan, semakin mantap ikut latihan,’’ ujar anggota Polsek Slahung ini.

Tak semua ilmu reyog didapatnya dari berlatih dengan grup. Beberapa dikuasainya secara otodidak dengan menekuni latihan di rumah sendiri. Seringnya dia berlatih sepulang malam saat lepas tugas. Teknik menggigit kepala barong tentu sulit. Kekuatan otot leher harus rajin dikencangkan dengan sit-up dan mengangkat barbel. ‘’Latihan perdana, leher sampai punggung njarem. Gigi linu sampai kesulitan mengunyah. Setelah lima hari, sembuh sendiri,’’ tuturnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close