Brand Produk Kulit Ternama pun Berpaling ke Magetan

104

MAGETAN – Magetan identik dengan kerajinan kulit. Bagi para wisatawan, terasa belum ke Magetan jika tanpa membawa pulang produk kulit sebagai cenderamata. Ada sepatu, sandal, jaket, tas dompet, dan lainnya. ‘’Sudah sejak dulu Jalan Sawo jadi sentra kerajinan kulit,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto kemarin (6/2).

Tak hanya menjual produk jadi. Pengunjung juga bisa memesan sesuai desain yang mereka inginkan. Pun mereka bisa melihat langsung proses produksinya. Sebab, di antara deretan toko tersebut ada yang jadi satu dengan tempat produksinya. ‘’Bahan baku kulitnya juga dari Magetan,’’ ujar Kang Woto, sapaan bupati Suprawoto.

Lokasi di Kelurahan Selosari itu sudah tidak asing bagi para pencinta produk kulit. Namun, pemkab setempat tetap akan mengembangkannya. Sebab, eksistensinya sangat menunjang kepariwisataan di Magetan. ‘’Jalan Sawo juga sangat memegang peran terhadap industri kulit di Magetan,’’ ungkapnya.

Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan Ari Kuncoro mengatakan, lebih dari 100 perajin kulit eksis di Magetan. Tak hanya terpusat di Jalan Sawo. Namun juga menyebar hingga Kauman, Kelurahan Magetan, dan Desa  Mojopurno, Ngariboyo. Jumlahnya terus bertambah. Sebab, bahan baku kulit terbilang mudah dengan keberadaan lingkungan industri kulit (LIK). ‘’Yang paling diunggulkan produk sepatu dan sandal,’’ katanya.

Belakangan, tas juga ramai peminat. Bahkan, brand ternama juga mengambil tas dari perajin Magetan. Itu tak lepas dari kualitas kulitnya. Semula, brand tersebut melirik kerajinan dari Cibaduyut, Bandung. Namun, setelah melihat kualitas kulit Magetan, mereka berpaling. ‘’Perajin mulai kewalahan menerima pesanan,’’ ungkapnya.

Meski sudah semakin maju, disperindag tidak berpangku tangan. Secara berkala, para perajin diberikan pelatihan untuk meng-upgrade desain mereka. Mereka wajib tahu yang sedang hit. Sehingga produk mereka tidak jadul. ‘’Terus kami bina untuk penguatan para pelaku usaha kerajinan kulit ini,’’ terangnya.

Ke depan, pihaknya bakal menggandeng dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Sebab, kawasan Jalan Sawo akan jadi pendamping kegiatan pariwisata di Magetan. Keberadaannya bakal diintegrasikan dengan semua destinasi wisata. ‘’Kami menguatkan pelaku usahanya, sedangkan DPUPR pada penataan ruang. Butuh sinergitas,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here