AdvertorialMadiun

BPTD XI Jatim Sosialisasikan Keselamatan Pesepeda

Gelar Gowes Bareng dan Bagikan 1.500 Masker

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keselamatan bersepeda disosialisasikan oleh Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XI Jatim di Kota Madiun Minggu (20/9). Kegiatan itu dikemas dalam gowes bareng.

Adapun peserta gowes merupakan perwakilan dari Kota Madiun, Ngawi, dan Ponorogo. Start dimulai dari Terminal Purboyo. Kemudian mereka berkeliling kota. Sebelum kembali lagi ke terminal. Selain sosialisasi, peserta juga membagikan 1.500 masker kepada warga di sepanjang rute bersepeda.

Kepala BPTD wilayah XI Jatim Hanura Kelana Irianto mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2020. Acara tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional. ‘’Muaranya adalah edukasi protokol kesehatan yang baik kepada masyarakat. Selain itu, dengan bersepeda bisa meningkatkan imun agar terhindar dari virus,’’ katanya.

Hanura menerangkan, keselamatan pesepeda sudah diatur dalam Permenhub 59/2020. Di dalamnya ada sejumlah poin yang wajib diperhatikan oleh pesepeda ketika berada di jalan. ‘’Bagaimana tata cara bersepeda yang baik, kami contohkan di sepanjang perjalanan,’’ ujarnya.

Contoh itu, di antaranya, merentangkan lengan kiri menjauhi tubuh hingga setinggi bahu ketika belok kiri. Begitu juga sebaliknya saat belok kanan. Kemudian salah satu tangan diangkat ke samping atas kepala jika akan berhenti. Lalu, tangan diayunkan dari belakang ke depan untuk memberikan jalan bagi pengendara lain. ‘’Pada intinya untuk menjaga keselamatan pesepeda dan pengguna jalan lain,’’ tuturnya.

Hanura menambahkan, ada beberapa peranti yang wajib dilengkapi saat bersepeda. Mulai sepatbor, bel, sistem rem, lampu, pedal, dan alat pemantul cahaya berwarna merah, putih, atau kuning. Khusus sepatbor tidak diberlakukan untuk sepeda balap dan sepeda gunung. ‘’Sekarang tren gowes hampir di semua daerah. Penting memberikan edukasi tentang aturan bersepeda yang baik,’’ terangnya.

Dalam permenhub juga diatur mengenai larangan ketika gowes. Misalnya sepeda ditarik sepeda motor, mengangkut penumpang tanpa ada tempat boncengan, bermain handphone, memakai payung, saling berdampingan dengan kendaraan lain, dan berjejer lebih dari dua sepeda. ‘’Bersepeda yang baik jangan sampai teledor sehingga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain,’’ tuturnya. (kid/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close