BPK Pelototi Semua Aset Daerah

27
DIKEJAR TARGET: Proyek pembangunan jalan inspeksi Kalisono bakal dilakukan bertahap oleh pemkot untuk mengamankan aset daerah yang berada di sempadan sungai.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penataan aset terus dilakukan Pemkot Madiun. Salah satunya dengan membangun jalan rintisan Kalisono. Sebab, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ’’Aset sempadan saluran air itu kami amankan,’’ kata Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno Rabu (24/7).

Dia menyebut pengamanan aset itu penting. Karena BPK memang sedang getol menginventarisasi aset-aset daerah saat proses audit berjalan. Selain itu, supaya masyarakat tidak mendiami tanah yang bukan haknya. ’’Makanya semua sempadan kami fungsikan lagi dengan dibuat jalan,’’ ujar mantan kepala pelaksana BPBD itu.

Untuk pembangunan jalan inspeksi Kalisono sedianya dilakukan dua tahap. Paket pertama meliputi Jalan Tawang Sakti–Kali Teratai Timur sepanjang 800 meter. Sedangkan, paket kedua dari Jalan Tawangsari–Jalan Tawang Sakti sepanjang 700 meter. ‘’Jadi, untuk embrio. Dengan lebar jalan sekitar 6 meter,’’ ungkap Suwarno.

Tanggul Kalisono juga bakal ditinggikan dan dipasang sheet pile. Tujuannya sebagai upaya pengendalian banjir perkotaan. Selama musim hujan debit air Kalisono selalu meningkat karena mendapat kiriman dari lereng Gunung Wilis. ’’Kalisono itu panjang. Jadi, proyek jalan inspeksi memang harus dilakukan bertahap,’’ terangnya.

Suwarno menyatakan pembangunan jalan inspeksi Kalisono di wilayah Kelurahan Tawangrejo itu masuk tahap pertama. Tetapi, sebelumnya pada 2017 lalu, DPUPR sudah membangun jalan rintisan serupa di wilayah Kelurahan Pilangbango. ’’Jadi, sifatnya ini memang rintisan dengan empat fungsi,’’ ujarnya.

Menurut dia, rintisan dalam hal ini adalah bagian dari proyek jangka panjang pembangunan jalan ring road timur (JRRT). Sehingga, ketika megaproyek JRRT direalisasikan, pemkot sudah mempunyai modal sebagian lahan yang akan dipakai. ’’Jadi, di bawah bangunan JRRT nanti terdapat saluran Kali Sono yang ditutup menggunakan box culvert. Dengan begitu, paling tidak bisa mengurangi biaya pembangunan,’’ papar Suwarno. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here