BPJS Kesehatan Minta Akreditasi Rumah Sakit Harus Pasti

86

MADIUN – BPJS Kesehatan kembali mengingatkan sejumlah rumah sakit mitranya unutk memperbarui status akreditasi. Sebab, sesuai regulasi yang berlaku, akreditasi menjadi salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan kesehatan bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan BPJS Kesehatan Budi Mohammad Arief menjelaskan, syarat ini sudah berlaku sejak 2014 silam. Hal ini seiring dengan dimulainya pelaksanaan JKN-KIS. ”Ada perubahan, melihat kesiapan rumah sakit, ketentuan ini diperpanjang sampai satu Januari 2019,” Ujarnya dalam konferensi pers Kamis lalu (02/05)

Dia mengatakan, akreditasi ini bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu. Selain masyarakat, Akreditasi ini digadang juga melindungi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit tersebut. ”Kami terus mengingatkan rumah sakit untuk mengurus akreditasi. Pemerintah juga sudah memberi surat rekomendasi kesejumlah rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. Pada 11 Februari 2019, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes juga sudah mengirimkan pemberitahuan bagi rumah sakit agar segera terakreditasi, paling lambat 30 Juni,” bebernya

Tercatat, hingga April 2019, sebanyak 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) terdiri atas 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya disebabkan tidak diperbarui status akreditasnya. ”Fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan kami wajib memperbarui kontrak setiap tahunnya,” terang Budi

Sementara itu Pps Kepala Cabang, Joys Karman mengatakan di wilayah kerja Kantor Cabang Madiun terdapat 2 rumah sakit yang harus segera diperbarui status akreditasinya. Yakni RSI Siti Aisyah Kota Madiun dan RSIA Bhakti Persada Kabupaten Magetan. ”Ada beberapa faktor putusnya kerjasama, selain akreditasi ada juga karena tidak lolos kredensialing, sudah tidak beroperasi, atau surat izin operasionalnya sudah habis masa berlakunya,” jelas Joys

Adapun rumah sakit peralihan layanan JKN-KIS RSI Siti Aisyah Kota Madiun diantaranya RS Santa Clara, RS Griya Husada, RS Al Hasanah, RSPM Manguharjo Madiun, RSUD dr. Soedono, RS DKT TK IV Madiun, dan RSUD Kota Madiun. Sementara RSIA Bhakti Persada Kabupaten Magetan ini dialihkan ke RSAU dr. Erfam Harsana dan RSUD Kabupaten Magetan. ”Sudah mempertimbangkan dengan dinas Kesehatan dan asosiasi faskes setempat, kami memastikan tidak akan mengganggu pelayanan untuk masyarakat, karena ada pemetaan analisis kebutuhan faskes setiap daerah,” imbuhnya. (dya/ser)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here