BPJS Kesehatan Menunggak Rp 5,58 Miliar

137

PACITAN – Tunggakan BPJS Kesehatan di RSUD dr Darsono seolah tiada habisnya. Utang pembayaran pelayanan kesehatan untuk September dan Oktober sejumlah Rp 11,1 miliar terbayarkan, muncul tunggakan baru senilai Rp 5,58 miliar. Nominal itu merupakan akumulasi sejak November lalu.

Kepala Bagian Keuangan RSUD dr Darsono Vira Anggraeni mengatakan, tunggakan Rp 5,58 miliar itu masih dalam proses pengajuan. Pun, dia tidak bisa memastikan kapan tunggakan tersebut dibayarkan. Pihaknya menunggu pemberitahuan dari kantor cabang BPJS Tulungagung. ‘’Selama ini paling lama (tunggakan, Red) tiga bulan,’’ kata Vira kemarin (3/1).

Meski terdapat tunggakan hingga tiga bulan dengan nilai mencapai miliaran rupiah, dia mengklaim tidak sampai mengganggu pelayanan kesehatan di RSUD dr Darsono. Fasilitas rawat jalan, rawat inap, obat, maupun alat kesehatan lainnya yang memanfaatkan jaminan BPJS tetap bisa diberikan.

Pelayanan yang tetap berjalan lancar itu, kata dia, tidak terlepas dari status RSUD dr Darsono yang kini telah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Dengan begitu, pihaknya bisa mengelola rumah sakit secara mandiri. ‘’Termasuk menggunakan dana cadangan yang bersumber dari silpa (sisa lebih penghitungan anggaran, Red) untuk membayar kebutuhan pelayanan,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan Pacitan Sutomo mengaku tidak tahu-menahu adanya tunggakan di RSUD dr Darsono. Dalihnya, seluruh pengajuan dan pelaporan di kantor cabang Tulungagung. Sedangkan kantornya sekadar pelayanan operasional.

Sekadar diketahui, tunggakan BPJS Kesehatan terjadi merata di berbagai daerah. Tidak heran jika pemerintah memberikan dana talangan hingga Rp 5,2 triliun pada awal Desember 2018 lalu. Perinciannya, termin pertama sebesar Rp 3 triliun, kedua Rp 2,2 triliun. Pada September silam, BPJS Kesehatan juga disuntik bantuan senilai Rp 4,9 triliun. (odi/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here