AdvertorialMadiun

BPJAMSOSTEK Madiun Bayarkan Klaim Rp 96 Miliar

MADIUN – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Madiun, Jatim, telah membayarkan klaim kepada peserta sebesar Rp 96 miliar pada periode Januari hingga Juli tahun 2020.

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Madiun Tito Hartono, Kamis, mengatakan pembayaran klaim sebesar Rp 96.091.106.200 miliar tersebut merupakan angka total untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP) periode pembayaran mulai 1 Januari 2020 sampai dengan 23 Juli 2020.

“Pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan yang paling banyak dari klaim program lainnya,” ujar Tito kepada wartawan.

Menurut dia, sesuai data, klaim untuk JHT mencapai 9.767 kasus, klaim JKM mencapai 152 kasus, klaim JKK sebanyak 343 , dan klaim JP sebanyak 1467 kasus.

Secara rinci, klaim JHT sebanyak 9.767 kasus tersebut jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 86.791.375.610 Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp 58.286.871.540 (5.976 kasus), Ponorogo sebanyak Rp 11.805.673.360 (1.558 kasus), Ngawi sebanyak Rp 16.635.317.490 (2.231 kasus), dan Pacitan sebanyak Rp 63.513.220 (dua kasus).

Klaim JKM sebanyak 152 kasus dengan jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 5.975.800.000. Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp 3.283.000.000 (85 kasus), Ponorogo sebanyak Rp 1.570.800.000 (35 kasus), Ngawi sebanyak Rp 1.080.000.000 (31 kasus), dan Pacitan sebanyak Rp42.000.000 (satu kasus).

Sedangkan Klaim JKK sebanyak 343 kasus dengan jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 1.985.343.400. Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp 1.799.739.663 (332 kasus), Ponorogo sebanyak Rp 85.446.015 ( tujuh kasus), Ngawi Rp100.157.722 (empat kasus), dan Pacitan nihil.

Klaim JP sebanyak 1.467 kasus dengan jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 1.338.587.190. Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp 1.065.810.120 (1300 kasus), Ponorogo Rp 52.090.190 (46 kasus), Ngawi sebanyak Rp 207.272.880 (119 kasus), dan Pacitan Rp 13.414.000 (2 kasus).

Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Madiun Lanzanova mengatakan, tingginya tingkat klaim JHT yang mencapai 9.767 kasus selama 2 triwulan ini akibat pandemi COVID-19, banyak karyawan yang ter-PHK, sehingga jumlah klaim pasti meningkat.

“Saat ini BPJAMSOSTEK Madiun telah melakukan Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) di BPJAMSOSTEK Madiun dilakukan dengan melalui kanal hibrid yaitu daring (online), offline, dan kolektif, bahkan di BPJAMSOSTEK Madiun pelayanan secara offline telah menjalankan metode one to many dimana setiap tugas pelayanan klaim customer service officer (CSO) mampu melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu waktu bersaamaan. Sehingga secara tidak langsung penyelesaian klaim meingkat dan phsycal distancing terjaga” kata Lanzanova.

Pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi peserta ataupun ahli waris peserta yang ingin mengajukan klaim jaminan sosial ke BPJAMSOSTEK Madiun. “Kami akan memberikan layanan terbaik, meskipun saat ini dalam situasi sulit (COVID-19),” kata dia.

Lanzanova meminta bagi peserta yang ingin mengajukan klaim secara online dengan melalui https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id/ Prosedur pengajuan klaim JHT menggunakan LAPAK ASIK online memiliki mekanisme dan tahapan yang cukup sederhana namun tetap mengedepankan keamanan melalui konfirmasi validitas data peserta.

Informasi lebih lanjut terkait pelayanan BPJAMSOSTEK atau terkait Protokol Lapak Asik, peserta dapat menghubungi Layanan Masyarakat 175, atau melalui situs resmi www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan akun resmi BPJAMSOSTEK di Facebook BPJS Ketenagakerjaan atau Twitter @bpjstkinfo atau akun Youtube BPJS Ketenagakerjaan youtube bit.ly/LAPAKASIK

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close