BPBD: Triwulan Pertama, 26 Kali Bencana

68

MAGETAN – Angin kencang mendominasi dari tiga jenis bencana alam yang melanda Magetan. Sedikitnya 15 kejadian mengakibatkan lima rumah rusak dan puluhan pohon tumbang di  triwulan pertama 2019. Tanah longsor dan banjir menyusul kemudian. ‘’Masyarakat terus waspada mengingat cuaca ekstrem belakangan ini,’’ kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ari Budi Santosa kemarin (20/3).

BPBD mencatat, total ada 26 bencana mulai Januari hingga pertengahan bulan ini. Selain 15 kejadian angin kencang dengan kerugian materi mencapai Rp 30 juta, ada 10 bencana longsor dan satu banjir. Kerugian longsor sekitar Rp 50 juta; dan banjir di Desa Ngelang dan Jajar, Kartoharjo, awal bulan ini, ditaksir Rp 985 juta.

Ari menyebut, cuaca ekstrem berpotensi terjadi beberapa hari ke depan berdasar prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya. Hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang patut diwaspadai. Siang ini (21/3), misalnya, diperkirakan terjadi hujan petir dengan kecepatan angin hingga 10 kilometer per jam ke arah selatan. ‘’Khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana,’’ ujarnya.

BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hingga desa saling berkoordinasi selama musim penghujan. Sesuai imbauan Bupati Suprawoto agar bersiaga 24 jam. ‘’Perahu karet, tenda, dan personel di posko sudah siap seandainya sewaktu-waktu terjadi bencana,’’ tuturnya. (mgc/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here