BPBD Magetan Cari Jalur Evakuasi Pendakian Lawu

55

MAGETAN – Keberadaan jalur evakuasi bagi pendaki Gunung Lawu sepertinya sudah mendesak diadakan. Bahkan, BPBD sedang mengkaji kemungkinan membuka jalur evakuasi di sekitar gunung berketinggian 3.265 meter tersebut. Kajian itu sekaligus menindaklanjuti usulan dari Kepala Desa Ngiliran Karmo beberapa waktu lalu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Fery Yoga Saputra mengungkapkan, usulan dari Pemdes Ngiliran itu berkaitan dengan pemetaan jalur evakuasi ketika terjadi bencana kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. Pihaknya mengaku sudah mengirimkan tim pemantau untuk mencari jalur-jalur evakuasi sebagai antisipasi ketika terjadi kebakaran. ‘’Tim sudah turun ke lapangan. Mereka coba memetakan jalur evakuasi yang berada di sisi utara. Tepatnya di kawasan Panekan dan sekitarnya,’’ kata Fery kepada Radar Magetan.

Pihaknya juga berencana kembali berkoordinasi dengan Pemdes Ngiliran, Perhutani, basarnas, dan bappeda untuk mematangkan kajian kelayakan jalur evakuasi. Karena keberadaan jalur evakuasi itu nantinya harus sesuai dengan standard operating procedure (SOP). ‘’Nanti akan dikoordinasikan dengan pihak terkait,’’ ujar Fery.

Kepala Desa Ngiliran Karmo mengatakan, pembukaan jalur evakuasi bagi pendaki Gunung Lawu sangat urgen. Pasalnya, dari segi lokasi dan akses yang dituju sudah sesuai dengan harapan pemkab. Sehingga, diyakini dapat memudahkan para tim penyelamat untuk mengatasi bencana kebakaran di lereng Gunung Lawu. ‘’Kalau ada jalur (evakuasi) baru, bisa meningkatkan kualitas Desa Ngiliran,’’ ungkapnya.

Menurut Karmo, keberadaan jalur evakuasi nantinya bisa berfungsi ganda. Selain dipakai sebagai jalur alternatif mendaki Gunung Lawu, jalur itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Karena rencananya pemdes bakal mengembangkan wisata alam di sekitar jalur tersebut. ‘’Kami berharap izin atas pembukaan jalur evakuasi tersebut cepat keluar,’’ ucap Karmo. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here