BPBD Bangun Sistem Peringatan Dini di Kali Ulo

31

MAGETAN – Sistem peringatan dini banjir dibangun oleh BPBD Magetan. Kemarin (31/3), mereka memasang kamera pengawas tinggi permukaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Madiun. Persisnya di Kali Ulo, Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo. ‘’Karena wilayah itu termasuk langganan banjir,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra.

Dengan adanya pemasangan kamera tersebut, lanjut dia, diharapkan terbangun sistem kesiapsiagaan bencana banjir. Misalnya, saat debit air sungai meningkat warga bisa dengan cepat diungsikan ke tempat yang lebih aman. Lalu, penangnan tanggul jebol juga dapat diantisipasi. ‘’Jadi apabila debit air sungai naik, sinyal yang ada di alat tersebut akan menghubungkan secara langsung ke server yang ada di kantor,’’ terang Fery.

Seperti diketahui, berdasar perkiraan BMKG musim hujan belum sepenuhnya berakhir. Beberapa wilayah masih diguyur hujan, namun tidak merata. Dari situ, BPBD Magetan memetakan dua wilayah banjir. Yaitu, di Desa Nggelang dan Jajar, Kecamatan Kartoharjo. Dua desa tersebut sempat terendam banjir yang membuat 100 kepala keluarga (KK) harus mengungsi. Serta kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 900 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santoso mengatakan, pemasangan kamera pengawas tinggi permukaan air di DAS Bengawan Madiun itu sudah menjadi masuk perencanaan sejak lama. Namun, baru terealisasi tahun ini setelah banjir menerjang Magetan bulan lalu. ‘’Anggarannya mencapai Rp 43 juta,’’ ujarnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here