BPBD Akui Belum Pernah Tangani Kasus Serangan Tawon

33

MADIUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun ternyata belum memiliki keterampilan menanggulangi serangan tawon. Khususnya untuk membersihkan sarangnya. ‘’Kejadian itu bisa menjadi pembelajaran,’’ kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Supriyanto, Minggu (14/4).

Supriyanto menyatakan, belum pernah menangani kasus serangan tawon. Selama ini juga nihil laporan masyarakat terkait teror hewan penyengat tersebut. Selain belum memiliki teknik dan pengalaman, pihaknya juga tidak punya peralatan penanggulangan khusus. Misalnya, pakaian dan alat yang biasa digunakan membersihkan sarang tawon. ‘’Coba nanti dimasukkan tugas penanganan khusus,’’ ujarnya.

Terkait pembersihan sarang lebah di pohon trembesi boulevard GOR Pangeran Timoer, Supriyanto akan melihat terlebih dulu seperti apa kondisinya. Pihaknya coba berkomunikasi dengan satpol PP untuk menjajaki penggunaan seragam damkar. Pakaian itu sudah cukup rapat menutup anggota tubuh. Selanjutnya, menggali informasi ada tidaknya relawan BPBD yang biasa menangani masalah tawon. ‘’Skill saja tak cukup, harus punya nyali. Harus ada pawangnya, karena tidak sekadar mengusir begitu saja,’’ ucapnya.

Lantas, sejauh mana ancaman serangan tawon di pepohonan kawasan GOR Pangeran Timoer? Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun Tjuk Kusumo belum bisa dimintai keterangannya. Dia tidak merespons ketika coba dihubungi berulang kali sejak kemarin siang hingga sore. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here