Bocah Korban Penyiraman Air Keras Menanti Operasi Ke-15

168

MAGETAN – Hari-hari Samuel Kristian harus dilalui dengan penderitaan. Seringkali bocah 11 tahun asal Desa Patihan, Kecamatan Karangrejo, Magetan, itu merasakan sesak napas. Dadanya terasa sakit seakan menghujam hebat. Rasa sakit itu muncul pasca dirinya mengalami kejadian nahas. Lima tahun silam, bapak tirinya menyiram wajahnya dengan air keras. ’’Setelah kejadian itu saya sering susah bernapas,’’ kata Samuel.

Akibat peristiwa itu, Samuel mengalami luka bakar 30 persen di wajah dan leher. Berkali-kali operasi pemulihan dilakukan di Surabaya pascakejadian. Ada salah satu perusahaan ternama yang membiayainya. Sebab, Samuel berasal dari keluarga kurang mampu. ’’Ya ditahan saja, sering sakit. Tidak mau bilang ibu (Ismiatun, Red), takut merepotkan,’’ ujar remaja yang sebentar lagi naik kelas V itu.

Informasi yang dihimpun Radar Magetan, jadwal operasi bagi Samuel dilakukan dua tahun lagi. Operasi itu berfokus pada penyempurnaan pengobatan di bekas luka. Pemkab Magetan yang akan membiayai operasi. ’’Inginnya cepat dioperasi, supaya tidak sesak napas lagi,’’ tuturnya.

Ismiatun, ibundanya, mengatakan bahwa Samuel sudah menjalani operasi 14 kali. Anak pertama dari suami pertamanya itu menjalani operasi sebanyak 12 kali di RS dr Soetomo dan dua kali di RS Premier Surabaya. Untuk operasi selanjutnya adalah tahap penyempurnaan. ’’Semuanya bantuan dari pemkab dan yayasan, termasuk dua tahun lagi sudah ada yang siap bantu,” ungkapnya.

Peristiwa nahas itu terjadi Desember 2013 lalu. Anaknya saat itu dipaksa meminum kopi yang sudah dicampur air keras oleh Hariyanto, suami keduanya. Namun, karena melawan, kopi bercampur air keras itu disiramkan Hariyanto ke wajah Samuel yang saat itu masih berumur enam tahun. ’’Sudah dihukum dan keluar penjara (Hariyanto, Red). Saya juga sudah berpisah,’’ ujar Ismiatun. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here