Bocah 9 Tahun Tewas di Kolam Renang Hotel Merdeka

101

MADIUN – Ini peringatan bagi orang tua untuk waspada menjaga buah hatinya. Jumat sore (30/11) pukul 16.00 telah ditemukan bocah laki-laki berinisial TBH tewas tenggelam di kolam renang Hotel Merdeka Madiun. Usut punya usut, bocah yang juga anak berkebutuhan khusus (ABK) tersebut telah menghilang dari rumah sejak siang. ’’Habis makan siang di rumah terus nggak  pulang-pulang,’’ kata Kanit Reskrim Polsek Mangharjo Anis Heni Winarsih.

Anis mengatakan, TBH diketahui beberapa kali hilang dari pengawasan orang tua. Diketahui jika TBH pernah diserahkan Polsek Jiwan dan tempat lainnya. Sebelum kejadian nahas tersebut, murid SLB di Kota Madiun yang berusia 9 tahun itu tidak masuk sekolah selama dua hari. ’’Penuturan dari keluarganya seperti itu,’’ ujarnya.

Kondisi sekitar kolam renang sore itu ada sejumlah pengunjung hotel yang sedang berenang. Jasadnya ditemukan salah seorang pengunjung hotel. Selang ditemukan, TBH dilarikan ke Instalasi Forensik RSUD dr Soedono. Hasil visum luar menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. ‘’Jadi murni tenggelam,’’ tegasnya.

Usai dilakukan visum pihak kepolisian, diketahui jika bocah tersebut beralamatkan di Jalan Urip Sumoharjo, Nambangan Lor, Manguharjo. Sontak keluarga TBH menangis histeris di ruang IKF RSUD dr Soedono. ’’Keluarganya terpukul, dia anak kedua,’’ terangnya.

menghimbau agar orang tua meningkatkan pengawasan buah hatinya. Utamanya, anak berkebutuhan khusus (ABK). Anis juga berharap pihak Hotel Merdeka mengkaji kembali tata kolam, informasi, imbauan efektivitas, hingga karyawan.  ’’Peran serta pelaku bisnis tentang safety pengunjung penting, karena TKP adalah kejadian yang berulang,’’ tuturnya.

Insiden pilu yang terjadi kemarin sore perlu menjadi perhatian seluruh manajemen hotel di Kota Karismatik. Menurut Sekretaris PHRI Kota Madiun Aris Suharno, insiden tersebut seharusnya bisa dicegah oleh pihak hotel. Itu jika pengawasan dan pengamanan berlaku ketat. Apalagi di kolam renang. Seharusnya, ada petugas khusus yang mengawasi kolam renang atau biasa disebut life guard. ‘’Kalau ada petugasnya, tentu bisa diperingatkan terlebih dahulu sebelum terjadi. Life guard itu pun juga harus punya keahlian berenang,’’ terangnya.

PHRI akan mengambil sikap terkait insiden tersebut. Aris menyebut, akan segera  mengumpulkan segenap manajemen hotel di Kota Karismatik guna mengevaluasi insiden tersebut. Terutama yang memiliki fasilitas kolam renang. Itu supaya insiden pilu serupa tidak terjadi di kemudian hari. ‘’PHRI akan mengumpulkan manajemen hotel yang memiliki fasilitas kolam renang, secepatnya menyikapi insiden ini,” tegas Aris. ‘’Di sisi lain, bagi pengguna jasa, juga harus berhati-hati dan mengawasi, terutama anak kecil,’’ imbuhnya. (mg2/naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here