Bobby Dwi Ananto dan Kegilaannya pada The Rolling Stones

120

Lagu-lagunya yang kerap mampir ke telinga sejak kecil, membuat Bobby Dwi Ananto menggilai The Rolling Stones. Berburu kaset pita band rock asal Inggris itu pun dilakukan pria 46 tahun tersebut sejak masih remaja.

—————-

DARI kausnya yang bertuliskan The Rolling Stones, sudah bisa ditebak jika Bobby Dwi Ananto merupakan penggemar band rock asal Inggris tersebut.  Apalagi, rambutnya dibiarkan gondrong yang identik dengan musisi musik cadas.

Kegilaan Bobby pada The Rolling Stones juga ditunjukkan dengan berbagai poster bergambar band legendaris tersebut yang menghiasi dinding kamarnya. ‘’Kalau komplet ada 18. Bolong di seri 9, 10, dan 12,’’ katanya sembari jari tangannya menunjuk ke deretan pita kaset bersampul merah bertuliskan The Complete Story of Rolling Stones.

Bobby ngefans The Rolling Stones sejak SD. Dia mengenal band tersebut karena kasetnya sering diputar mendiang ayahnya kala itu. ‘’Ayah juga sering memutar lagu The Beatles, Queen, Led Zeppelin, dan Deep Purple,’’ jelas pria 46 tahun ini.

Selain faktor lagu-lagunya, Bobby menggilai The Rolling Stones karena musiknya terkesan antimainstream. Ada kesan pemberontakan pada lirik-lirik lagu maupun aksi panggung personel band dengan frontman Mick Jagger itu. ‘’Cerita tentang permasalahan drugs, sex, kekerasan sampai masalah gelapnya dunia,’’ ujarnya.

Beranjak remaja, Bobby mulai getol berburu kaset album band yang dikenal dengan logo lidah menjulur itu. Separo uang saku sekolah sengaja disisihkan untuk ditabung. Setelah terkumpul cukup, dia pun hunting. ‘’Seminggu sekali sempatin beli. Dua bufet penuh kaset,’’ kata warga Jalan Hayam Wuruk, Kota Madiun, ini.

Musibah menimpa pada 1989.  Banjir besar mengakibatkan semua koleksi kaset miliknya rusak. Usai kejadian itu, Bobby memulai kembali mengoleksi kaset pita dari nol. ‘’Sempat dijual untuk kebutuhan hidup di Jogja waktu masih kuliah. Itu dulu. Sudah lima tahun terakhir ini nggak ada lagi kaset yang saya jual,’’ sebutnya.

Sejatinya banyak sesama penggemar The Rolling Stones yang mengincar koleksi Bobby. The Complete Story of Rolling Stones, misalnya, seorang warga Bandung berniat menebus dengan harga Rp 1,5 juta. ‘’Tapi, nggak saya lepas, eman,’’ ungkap Bobby.

Koleksi kaset The Rolling Stones milik Bobby mayoritas didapat dari teman yang memiliki studio musik. Tak sedikit yang menawarkan langsung kepadanya. ‘’Mereka tanya sudah punya koleksi ini nggak, kalau harganya cocok dan saya memang belum punya pasti saya beli,’’ ujar vokalis band Midnight Rambler ini.

Di antara ratusan  koleksinya, Bobby paling terkesan dengan album The Rolling Stones bertajuk Sticky Fingers. Album rilisan 1971 yang berisi 10 lagu itu disebut Bobby sebagai album terkompleks. ‘’Secara musikal, juga sound-nya. Rock, blues, country, sampai psychodelik ada di album itu. Ini pendapat subjektif saya, lho,’’ tuturnya.

Bobby punya kiat khusus untuk merawat ratusan koleksinya. Di antaranya, menjauhkan dari magnet, tidak ditaruh di lokasi yang lembap, serta jauh dari terpaan sinar matahari langsung. Dia juga menambahkan silica gel. ‘’Di kotak itu setiap 10 kaset saya taruh dua silica gel,’’ jelasnya. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here