Ngawi

BLT Dana Desa Ditambah 5 Persen

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Warga miskin yang belum menerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) bisa bernapas lega. Rencananya, pemkab bakal menambah alokasi anggaran program tersebut sebesar lima persen dari total DD masing-masing desa. ‘’Jatah lima persen sebelumnya kurang,’’ ujar Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono Minggu (31/5).

Kanang mengatakan, selama ini pihaknya terus melakukan pemetaan warga yang berhak menerima manfaat bantuan tersebut. Penyisiran tahap kedua bakal dilakukan dalam waktu dekat. Pun, dia sudah memerintahkan adanya tambahan lima persen alokasi BLT DD. ‘’Kalau masih kurang, nanti akan ditambah lagi sampai 15 persen (dari total DD) dan seterusnya,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Kanang sempat membuat edaran agar setiap desa menganggarkan lima persen untuk alokasi BLT DD. Jika kurang, jatah bisa ditambah lagi hingga batas maksimal sebagaimana diatur pemerintah pusat. ‘’Ini penting untuk dimengerti masyarakat, jangan asal menyalahkan,’’ ucapnya.

Kanang tidak menampik adanya kritik terkait arahan agar setiap desa mengalokasikan lima persen anggarannya untuk BLT DD. Pasalnya, PermendesPDTT Nomor 6 Tahun 2020 menyebutkan alokasinya bisa sampai 25-35 persen. Hal itu yang menjadi pro kontra di masyarakat sehingga ada yang menilai SE bupati tersebut bertentangan dengan peraturan di atasnya.

‘’Perlu ada strategi khusus, apalagi ada masalah lain yang juga butuh perhatian,’’ ungkapnya. ‘’Misalnya mereka yang terpaksa menjadi pengangguran akibat pandemi Covid-19. Mereka juga butuh perhatian,’’ imbuh Kanang.

Pada pencairan BLT DD tahap pertama lalu, sebanyak 6.128 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapat jatah bantuan tersebut. Mereka tersebar di 213 desa di Ngawi. Masing-masing KPM menerima bantuan Rp 600 ribu selama tiga bulan. Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan semua desa mencapai Rp 11 miliar. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close