Pemasangan Portal di Kompleks Bumi Antariksa Terus Menuai Protes

41
MASIH DIGEMBOK: Kondisi portal Jalan Hercules Perumahan Bumi Antariksa yang masih digembok.

MADIUN – Portal Jalan Hercules di kompleks Perumahan Bumi Antariksa terus menuai protes. Aksi menutup jalan yang berstatus milik pemkot itu berasal dari kesepakatan warga perumahan setempat. ’’Dua bulan lalu, pertengahan puasa mengirim surat ke kelurahan ditujukan ke dinas perhubungan,’’ kata Lurah Klegen Didik Sirhadi Jumat (19/7).

Dalam surat tersebut dijelaskan secara gamblang alasan penggembokan. Di antaranya, volume kendaraan di ruas jalan tersebut cukup padat. Ditengarai pengendara dari Jalan Setia Budi sengaja menghindari traffic light di Jalan Auri menuju Jalan Slamet Riyadi. Jalan Hercules dianggap jalur yang efisien untuk dilalui pengendara roda dua maupun empat. ’’Kondisi padat kendaraan ini dibarengi kecepatan kendaraan yang lalu lalang di kompleks perumahan tersebut,’’ ujarnya.

Bukan hanya itu, rekayasa lalu lintas juga meningkatkan keamanan kompleks perumahan. Menyusul terjadinya tindak kriminal seperti pencurian. Juga rawan kecelakaan karena kendaraan di ruas jalan tersebut berkendara dengan kecepatan tinggi. Kondisi inilah yang dianggap mengganggu kenyamanan penghuni perumahan. ‘’Dalam surat dituliskan segala upaya sudah dilakukan. Seperti menambah polisi tidur sampai menutup separo portalnya, tapi dianggap warga kurang efektif,’’ jelasnya.

Akhirnya, warga perumahan sepakat mulai tanggal 8 Mei mulai diberlakukan penggembokan. Berjalannya waktu, penghuni perumahan yang punya usaha mengeluhkan penggembokan tersebut. Aturan dibuat lagi, yang mereka sebut dengan rekayasa lalu lintas. Tanggal 1-15 setiap bulan portal selatan digembok (Jalan Setia Budi) dan portal utara (Jalan Slamet Riyadi) dibuka. Selanjutnya, tanggal 16-30 giliran portal utara digembok dan portal selatan dibuka kembali. ‘’Ini juga ada peta rekayasa lalu lintas yang mereka buat. Kalau salah satu portal digembok, penghuni bisa melalui jalan lain seperti Jalan Catalina dan lainnya menuju Jalan Auri,’’ paparnya.

Sementara ini ada dua pengusaha yang datang ke kantor kelurahan mengeluhkan sistem rekayasa lalu lintas yang dibuat oleh warga. Yakni, pengusaha pakan ternak serta pengusaha minuman kemasan. Rekayasa tersebut berdampak terhadap penjualan. ’’Katanya mobil boks nggak bisa masuk seperti biasa,’’ bebernya.

Perwakilan Kelurahan Klegen lantas bertemu dengan ketua RW setempat dan berdialog. Dari dialog tersebut warga perumahan menginginkan adanya dialog dengan pimpinan pihak terkait. Mereka meminta Jalan Hercules dibangun lima pita kejut dan dilengkapi dengan cermin cembung untuk mencegah terjadinya kecelakaan. ’’Juga sudah kami sampaikan ke kecamatan dan Bu Rini (pegawai dishub, Red), tapi ya itu sampai sekarang belum ada titik temu,’’ jelasnya sembari menyebut warga perumahan sejatinya telah memahami jika ruas Jalan Hercules milik Pemkot Madiun.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun Jariyanto membenarkan jika Jalan Hercules di Perumahan Bumi Antariksa telah diserahkan pengembang ke pemkot. Status jalan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Madiun Tahun 2014 Nomor 45 tentang Penetapan Status Ruas Jalan sebagai Jalan Kota Madiun. ’’Kalau itu (aturan gembok, Red) warga sendiri yang punya inisiatif. Yang pasti (jalan) sudah masuk inventarisasi jalan Kota Madiun. Selebihnya, koordinasi dengan dishub dan kelurahan saja,’’akunya singkat.

Perlu diketahui, surat yang dilayangkan oleh warga perumahan itu ditandatangani dua RW dan sembilan ketua RT setempat. Selain ditujukan ke Dishub Kota Madiun, surat tersebut minta ditembuskan ke Kecamatan Kartoharjo.  Di lembaran terakhir warga juga melampirkan lembaran gambaran rekayasa lalu lintas. (dil/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here