BKSDA Jatim Sita Satwa Peliharaan PNS Pemkot

102

MADIUN – Bagi penyuka binatang, ada baiknya memilah jenis peliharaan. Salah-salah bisa berurusan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim. Dari tangan oknum PNS pemkot, BKSDA Jatim baru saja mengamankan seekor buaya muara (crocodylus porosus). Buaya muara termasuk salah satu jenis hewan dilindungi karena jumlah populasinya yang semakin berkurang. ‘’Ini bukan habitatnya,’’ kata Kasi Konservasi Wilayah 4 BKSDA Jatim Andi Sumarsono.

Mengacu Permen KLH P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, ada 921 flora dan fauna yang dilindungi. Buaya muara salah satunya. Mamalia pemakan daging itu jelas tidak cocok dipelihara di tengah pemukiman penduduk. ‘’Populasi buaya muara semakin berkurang,’’ tuturnya.

Dari tangan ASN berinisial UL itu buaya muara diamankan BKSDA Jatim, Kamis (9/8) kemarin. Warga Manisrejo, Kartoharjo itu memeliharanya sejak beberapa bulan terakhir. Saat diamankan, buaya muara itu berusia kurang dari setahun. Namun, panjang tubuhnya dari ujung kepala hingga ekor sudah satu meter lebih. Cukup riskan memeliharanya. Lantaran, karnivora itu acap diketahui menyerang manusia. Sumarsono menyebut, jumlah populasi buaya habitat umumnya di Papua dan kawasan Indonesia Timur. Di sana, semakin sedikit buaya muara ditemukan. Kendati berbahaya bagi manusia, buaya muara memiliki peran penting. Di habitat aslinya, buaya muara berperan sebagai predator yang menjaga kestabilan ekosistem. ‘’Jumlahnya perlu ditingkatkan. Populasinya sangat berkurang drastis di habitat aslinya,’’ terangnya.

Buaya muara anakan yang didapat dari UL dititipkan sementara ke Madiun Umbul Square (MUS). Nantinya, BKSDA akan menempatkan buaya tersebut di penangkaran. Lewat penangkaran itulah, populasi buaya muara diharap bisa ditingkatkan. Salah satunya, dengan cara pengembalian kepemilikan satwa liar ilegal seperti UL. Namun, Andi menyadari, pihaknya tidak bisa serta merta menegakkan aturan dengan tegas. ‘’Kami pendekatan secara persuasif. Pengembalian ini pun atas persetujuan pemiliknya, tidak ada paksaan,’’ jelas Andi.

Di lain pihak, UL enggan diwawancarai Jawa Pos Radar Madiun. Alasannya, tidak ingin persoalan kepemilikan satwa liar itu kian meluas. Sementara, beberapa tetangga menyebut jika buaya muara dipelihara UL kurang dari setahun ini. ‘’Orangnya baru punya, kemarin (Kamis) langsung dikembalikan (kepada BKSDA),’’ sebut seorang warga yang enggan namanya dikorankan. (mg2/naz/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here