Ponorogo

Simpan Bubuk Petasan, Dua Pemuda Diciduk Polisi

PONOROGO – Dua pemuda diamankan Unit Reskrim Polsek Sambit lantaran menyimpan dan mengedarkan petasan. Keduanya ditangkap di lokasi dan waktu berbeda. Dari keduanya, polisi menyita 15 kilogram bubuk petasan.

Hendrik Saputra, warga Jalen, Balong ditangkap usai bertransaksi di Bancangan, Sambit, pukul 23.00, Minggu (26/5). Gerak-gerik pemuda 23 tahun itu dicurigai karena telah menyembunyikan bubuk petasan di rumahnya. ‘’Kami telusuri ke rumah pembeli yang berinisial B,’’ kata Kapolsek Sambit AKP Darmana.

Saat digrebek, konsumen Hendrik tak bisa mengelak lagi. Setelah petugas mendapati bubuk petasan yang disembunyikan di rumahnya. Dari pengembangannya, petugas berhasil mencokok Hendrik. ‘’Identitas pembeli kami dapati setelah menelusuri handphone pembeli,’’ lanjutnya.

Dari tangan Hendrik, polisi berhasil mengamankan 12,5 kilogram bubuk petasan dan 1.500 bendel sumbu petasan. Siap diedarkan saat lebaran. Pengembangan dari pelaku pertama ini, petugas berhasil mengantongi nama Muhammad Nur Rizal Abdul Aziz, teman satu desa pelaku pertama. Pemuda 25 tahun itu ditangkap sekitar pukul 04.00, Senin (27/5). Di rumahnya, berhasil disita 2,5 kilogram bubuk petasan, satu dus berisi 80 selongsong petasan, timbangan digital, dan uang hasil penjualan sebesar Rp 127 ribu. ‘’Keduanya mengaku dapat bubuk petasan dari luar kota. Didapatkan via online,’’ terangnya.

Selain diedarkan bebas, sebagian petasan itu rencananya digunakan untuk menghias balon udara yang diterbangkan saat lebaran. Keduanya melanggar UU Darurat Nomor 12/1951 tentang bahan peledak. ‘’Apapun jenisnya, bermain petasan tak dibenarkan. Sangat membahayakan dan mengganggu kenyamanan lingkungan,’’ tuturnya. (mg7/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close